News

Ratusan Nyawa Melayang di Kanjuruhan, YLBHI Duga Polisi Lakukan Pelanggaran HAM

Ratusan Nyawa Melayang di Kanjuruhan, YLBHI Duga Polisi Lakukan Pelanggaran HAM
Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur dalam sebuah diskusi akhir pekan, Sabtu (20/2/2021). (Youtube TrijayaFM)

AKURAT.CO, Ketua YLBHI Muhammad Isnur menduga terjadi pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian dalam penanganan massa saat rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Isnur menduga penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur menjadi penyebab banyaknya korban jiwa.

"Maka atas pertimbangan d iatas, kami menilai bahwa penanganan aparat dalam mengendalikan masa berpotensi terhadap dugaan pelanggaran HAM," kata Ketua YLBHI Muhammad Isnur dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022). 

baca juga:

Karena itu, pihaknya mengecam tindakan aparat yang dinilai sudah represif terhadap suporter dengan tidak mematuhi berbagai peraturan, terkhusus Implementasi Prinsip HAM Polri. 

"Mendesak Negara untuk segera melakukan penyelidikan terhadap tragedi ini yang mengakibatkan Jatuhnya 153 Korban jiwa dan korban luka dengan membentuk tim penyelidik independen," ungkapnya. 

Mereka juga meminta Komnas HAM dan Kompolnas untuk memeriksa dugaan Pelanggaran HAM, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian yang bertugas. 

"Mendesak Propam Polri dan POM TNI untuk segera memeriksa dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota TNI-Polri yang bertugas pada saat peristiwa tersebut," ungkapnya. 

YLBHI juga mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. 

"Mendesak Kapolri untuk melakukan Evaluasi secara Tegas atas Tragedi yang terjadi yang memakan Korban Jiwa baik dari masa suporter maupun kepolisian," ungkapnya.[]