News

Ratusan Kuburan Tak Bernisan Ditemukan di Bekas Sekolah Indian, Sisi Kelam Kanada Terbongkar

Sebelumnya, pada akhir Mei, ditemukan juga jenazah 215 anak terkubur di dekat Sekolah Pemukiman Indian Kamloops di British Columbia, Kanada.


Ratusan Kuburan Tak Bernisan Ditemukan di Bekas Sekolah Indian, Sisi Kelam Kanada Terbongkar
Potret Sekolah Pemukiman Indian Cowessess dari kejauhan pada tahun 1923.

AKURAT.CO, Ratusan kuburan tak bernisan ditemukan di lahan bekas Sekolah Pemukiman Indian Marieval di Kanada, menurut keterangan Federasi Bangsa Adat Berdaulat (FSIN) pada Rabu (23/6).

Dilansir dari CNN, penemuan ini akan diumumkan dalam jumpa pers Cowessess First Nation di Saskatchewan pada Kamis (24/6).

"Jumlah kuburan tak bernisan ini akan menjadi yang paling signifikan hingga saat ini di Kanada," bunyi pernyataan FSIN.

Sebelumnya, pada akhir Mei, ditemukan juga jenazah 215 anak terkubur di dekat Sekolah Pemukiman Indian Kamloops di British Columbia, Kanada. Para pemimpin adat dan penyintas sekolah pemukiman di Kanada pun telah meminta otoritas untuk menyelidiki setiap bekas sekolah pemukiman di negara tersebut.

Sementara itu, para pemimpin daerah di Saskatchewan menghubungi para penyintas dan keluarga untuk memberi tahu penemuan jenazah ini.

"Yang jadi prioritas utama adalah kesehatan, penyembuhan, dan kesejahteraan para penyintas dan keluarganya, serta komunitas Cowessess First Nation," kata Larissa Burnouf dari Komunikasi FSIN.

Foto dan video dari situs tersebut rencananya akan dibeberkan pada Kamis (24/6) dalam jumpa pers. Cowessess Nation terletak di dekat komunitas Broadview, sekitar 152 km dari ibu kota provinsi Regina.

Pada 2015, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kanada merilis laporan yang merinci warisan merusak dari sistem sekolah pemukiman di negara tersebut. Ribuan anak-anak suku pribumi dipisahkan dari keluarga mereka dan dipaksa bersekolah di sana oleh undang-undang Kanada di masa lalu.

Laporan tersebut merinci kekerasan fisik, seksual, dan emosional yang dialami anak-anak di institusi pemerintah dan gereja selama beberapa dekade.

Berdasarkan dokumentasi komisi itu, banyak anak-anak di sekolah pemukiman tidak mendapat perawatan medis yang memadai. Akibatnya, beberapa meninggal saat masih kecil karena penyakit seperti TBC. Komisi memperkirakan lebih dari 4 ribu anak meninggal saat berada di sekolah selama beberapa dekade. Namun, laporan akhir komisi mengakui mustahil untuk mengungkap angka yang sebenarnya. []