News

Ratusan Gajah Mati Misterius, Pemerintah Botswana Gelar Investigasi


Ratusan Gajah Mati Misterius, Pemerintah Botswana Gelar Investigasi
Seekor gajah mati terlihat dalam gambar selebaran tanpa tanggal ini di Okavango Delta, Botswana Mei-Juni, 2020 (REUTERS)

AKURAT.CO, Otoritas Botswana menggelar investigasi untuk menemukan penyebab kematian 275 gajah, jumlah itu bertambah dari yang tercatat beberapa minggu lalu yakni 154.

Gajah-gajah yang mati pertama kali ditemukan berbulan-bulan lalu di wilayah Okavango Panhandle, dan pihak berwenang mengatakan bahwa mereka telah berusaha menemukan penyebabnya. Perburuan tidak dianggap sebagai penyebab kematian karena gajah-gajah itu ditemukan dalam keadaan utuh.

"Tiga laboratorium di Zimbabwe, Afrika Selatan dan Kanada telah diidentifikasi untuk memproses sampel yang diambil dari gajah mati," kata Kementerian Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam, Konservasi dan Pariwisata dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Reuters, Jumat (3/7).

baca juga:

Dalam sebuah laporan yang ditulis oleh organisasi konservasi Elephants Without Borders (EWB), disebutkan bahwa survei udara menunjukkan bahwa gajah dari segala usia tampaknya sekarat. EWB menghitung 169 gajah mati pada 25 Mei, dan 187 lainnya pada 14 Juni.

"Beberapa gajah hidup yang kami amati tampak lemah, lesu, dan kurus. Beberapa gajah tampak tak beraturan, kesulitan berjalan, menunjukkan tanda-tanda kelumpuhan sebagian atau pincang,"

"Seekor gajah diamati berjalan berputar-putar, tidak dapat mengubah arah meskipun didorong oleh anggota kawanan lainnya," kata laporan itu.

Direktur EWB sendiri belum buka suara terkait hal ini.

Laporan itu mengatakan tindakan mendesak diperlukan untuk menentukan apakah kematian itu disebabkan oleh penyakit atau keracunan.

Populasi gajah di Afrika secara keseluruhan menurun karena perburuan. Tetapi Botswana, rumah bagi hampir sepertiga gajah di benua itu, telah mencatatkan pertumbuhan populasi gajah dari 80.000 pada akhir 1990-an menjadi 130.000.

Sayangnya, gajah dianggap sebagai gangguan oleh para petani karena kerap merusak lahan.

Presiden Mokgweetsi Masisi mencabut larangan lima tahun pada perburuan besar pada Mei tahun lalu, tetapi musim perburuan gagal lepas landas pada April karena pembatasan perjalanan global berarti pemburu dari banyak negara yang terdampak virus corona tidak dapat memasuki Botswana.[]