News

Ratu Elizabeth II Umumkan Camilla Sandang Gelar 'Permaisuri' jika Pangeran Charles jadi Raja

Ratu Elizabeth II Umumkan Camilla Sandang Gelar 'Permaisuri' jika Pangeran Charles jadi Raja
Pesan Ratu Elizabeth II telah menjelaskan bahwa Camilla nantinya akan menyandang gelar Permaisuri dan dikenal sebagai Ratu (DANNY LAWSON via BBC)

AKURAT.CO Ratu Elizabeth II telah mengatakan keinginan agar menantunya, Camilla menyandang gelar sebagai 'Queen Consort' alias Permaisuri ketika Pangeran Charles naik takhta nanti.

Pernyataan itu diungkap pada Sabtu (5/2), yang termuat dalam sebagian pesan untuk menandai peringatan 70 tahun pemerintahan sang ratu. 

Menurut BBC, pengumuman pada Sabtu itu telah membuka jalan bagi sang Adipatni Cornwall, untuk dikenal sebagai Ratu Camilla di masa depan. Ini terutama lantaran gelar Queen Consort mengacu pada pasangan raja yang berkuasa, dan dipastikan nantinya, gelar Ratu akan menempel pada Camilla  jika Charles jadi raja. Gelar ini juga akan memungkinkan Camilla, yang berusia 74 tahun untuk memainkan peranan lengkap sebagai pendamping Charles.

baca juga:

"Dan ketika, putra saya Charles menjadi Raja, saya tahu Anda akan memberikan dia dan istrinya Camilla dukungan yang sama yang telah Anda berikan kepada saya; dan itu adalah harapan tulus saya bahwa, ketika saatnya tiba, Camilla akan dikenal sebagai Permaisuri saat dia melanjutkan pengabdiannya yang setia," kata ratu dalam pesan yang dirilis Sabtu malam, beberapa jam sebelum dia menandai 70 tahun takhta Inggris.

Pengumuman dari ratu telah disambut positif oleh Pangeran Wales dan istrinya. Melalui juru bicaranya, keduanya mengaku 'tersentuh dan merasa terhormat' dengan pesan tersebut.

"Dia dan Adipatni Cornwall tersentuh dan merasa terhormat dengan kata-kata Yang Mulia," kata juru bicara itu, seperti dikutip dari NBC News.

Sebelumnya, beberapa pernyataan muncul, menyarankan bahwa Camilla bakal dianugerahi gelar sebagai 'Princess Consort' atau Permaisuri Putri. Clarence House merilis gelar itu ketika Charles dan Camilla menikah pada 2005. 

Diyakini langkah itu dilakukan untuk menghormati istri pertama Charles, Putri Diana. Dalam sebuah langkah bersejarah, Charles dan Diana diizinkan bercerai pada tahun 1992. Diana kemudian meninggal dalam kecelakaan mobil pada Agustus 1997, setahun sebelum ia resmi bercerai dengan Charles.

Camilla, yang juga bercerai dari suami pertamanya, lalu diberi gelar Adipatni Cornwall. Mantan istri Charles, sementara itu kehilangan gelar 'Yang Mulia' dan sebagai gantinya, ia menyandang gelar Diana, sang Putri Wales. 

Pada saat pernikahan mereka, niat resminya adalah agar Camilla dikenal sebagai Permaisuri Putri. Namun, rencana untuk gelarnya menjadi lebih ambigu dalam beberapa tahun terakhir.

Pengesahan pribadi Ratu mengikuti pengumuman Tahun Barunya bahwa Camilla akan menjadi anggota Ordo Garter - ordo ksatria tertinggi.

Charles dan Camilla, pertama kali berkencan pada 1970-an. Sebelum melangkah ke pelaminan, keduanya menjalani hubungan asmara yang penuh liku, hingga akhirnya Charles bercerai dengan Diana. Segera setelah perpisahan kontroversial itu, Camilla menjadi target kemarahan publik Inggris, di mana ia dituduh menjalani hubungan gelap dengan Charles.

Bahkan pada saat itu, Camilla sampai dikenal sebagai 'wanita paling dibenci di Inggris'. Setelah Diana meninggal, istri Charles ini menjadi semakin tidak populer.

Kini, nama Camilla perlahan-lahan telah pulih di mata banyak orang, tetapi jajak pendapat masih menunjukkan banyak orang tidak setuju ia jadi ratu. Jajak pendapat setidaknya pernah dirilis oleh YouGov pada Mei 2021, menyebut bahwa hanya 14 persen dari responden Inggris yang setuju Camilla jadi ratu ketika Charles naik takhta. Sebaliknya, 41 persen lainnya lebih menyukai gelar Permaisuri, dan 28 persen berpikir bahwa Camilla seharusnya tidak memiliki gelar sama sekali.[]