News

Ratu Elizabeth II Disarankan Dokter Tak Hadiri KTT Iklim PBB, Kesehatannya Terancam?

Ratu Inggris berusia 95 tahun ini menjalani rawat inap di rumah sakit pada Rabu (20/10).


Ratu Elizabeth II Disarankan Dokter Tak Hadiri KTT Iklim PBB, Kesehatannya Terancam?
Ratu Inggris Elizabeth II akan merayakan 70 tahun takhtanya pada tahun depan. (Reuters)

AKURAT.CO, Ratu Inggris Elizabeth II dipastikan tak akan menghadiri KTT iklim PBB, COP26, di Glasgow pekan depan. Pasalnya, wanita 95 tahun ini disarankan dokter untuk beristirahat, menurut seorang sumber Istana Buckingham pada Selasa (26/10).

Dilansir dari AFP, keputusan absen dari acara itu diambil untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Meski begitu ia tetap antusias dan ingin COP26 sukses.

"Sesuai saran untuk beristirahat, Ratu telah melakukan tugas ringan di Kastil Windsor. Yang Mulia dengan menyesal memutuskan tidak akan bepergian ke Glasgow untuk menghadiri Resepsi Malam COP26 pada Senin, 1 November," ungkap sumber tersebut.

Ratu tertua sekaligus terlama berkuasa di dunia ini menginap di rumah sakit pada Rabu (20/10) usai menjalani 'penyelidikan awal' terhadap penyakit yang tak disebutkan, tetapi tak terkait Covid-19. Rawat inap tersebut menjadi yang pertama di rumah sakit sejak 2013.

Usai dirawat di rumah sakit, Ratu melaksanakan tugas resmi pertamanya pada Selasa (26/10). Ia mengadakan 2 audiensi daring untuk menyambut duta besar baru untuk Inggris dari Korea Selatan dan Swiss.

Wanita yang akan merayakan 70 tahun bertakhta pada tahun depan ini terkenal akan kesehatannya yang kuat dan masih menjalankan banyak tugas publik. Hampir setiap hari ia tampil di acara publik dalam keadaan sehat, meski terlihat menggunakan tongkat untuk pertama kalinya di acara besar bulan ini. Kabar pembatalan tersebut pun kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatannya.

Baru-baru ini, ia terdengar menyatakan kesal dengan para pemimpin dunia yang menggembar-gemborkan perubahan iklim, tetapi tak berbuat apa pun untuk mengatasinya. Ratu dijadwalkan menghadiri acara malam pada Senin (1/11) di konferensi yang dihadiri para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Konferensi iklim PBB, COP26, dimulai di Glasgow pada Minggu (31/10) sebagai kesempatan besar terakhir untuk memperlambat kenaikan suhu. Pertemuan ini diharapkan dapat membujuk para pemimpin untuk mengadopsi target iklim yang lebih tegas. []