News

Ratu Elizabeth dari Inggris Kirim Pesan untuk Kim Jong-un, Ada Apa?

Pesan Ratu kepada Kim muncul di tengah kekhawatiran soal uji coba rudal Korut.


Ratu Elizabeth dari Inggris Kirim Pesan untuk Kim Jong-un, Ada Apa?
Seorang juru bicara dari Istana Buckingham mengonfirmasi kepada Mirror bahwa sebuah pesan telah dikirim ke Kim Jong-un atas nama Ratu Elizabeth. (The Sun)

AKURAT.CO, Ratu Elizabeth II mengirim pesan khusus untuk pemerintahan Korea Utara (Korut) yang dipimpin oleh Kim Jong-un. Dalam pesannya itu, Ratu mengucapkan selamat kepada Kim dan rakyatnya atas perayaan Hari Pendirian Republik Korut yang jatuh pada 9 September lalu. 

Ucapan selamat untuk Korut itu telah dikonfirmasi oleh media pemerintahan Korut KCNA, pihak Istana Buckingham, hingga Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO).

"Seperti yang telah dilakukan sebelumnya, pesan itu dikirim atas nama Ratu oleh Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO). Ini adalah praktik standar pada hari-hari nasional lainnya di seluruh dunia. Yang Mulia dalam semua urusan dengan Kepala Negara lainnya bertindak atas saran FCDO," ungkap seorang juru bicara dari Istana Buckingham.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yang Mulia Ratu telah mengirim pesan kepada rakyat DPRK pada kesempatan Hari Nasional mereka," ungkap juru bicara FCDO ikut menambahkan keterangan. 

Sementara itu, KCNA dalam liputannya membeberkan isi pesan yang dibagikan Ratu Elizabeth untuk Kim dan rakyatnya. KCNA juga menyebut bahwa pesan dikirim oleh Ratu sebelum perayaan, atau pada 7 September lalu.

Pernyataan itu mengatakan, "Kim Jong Un, presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), menerima pesan ucapan selamat dari Elizabeth II, ratu Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, pada 7 September. "

Pesan dari Ratu berbunyi: "Saat rakyat Republik Demokratik Rakyat Korea merayakan hari nasional mereka, saya mengirimkan harapan baik saya untuk masa depan."

Ratu Elizabeth dari Inggris Kirim Pesan untuk Kim Jong-un, Ada Apa - Foto 1
 Kantor berita nasional Korea Utara, KCNA, membagikan berita tentang pesan Ratu, yang dikirim pada 7 September 2021-Mirror

Sebagaimana diwartakan CNN hingga Mirror, pada 9 September lalu, bangsa Korut merayakan ulang tahun hari nasionalnya yang ke-73. Perayaan itupun ditandai dengan penyelenggaraan parade militer dini hari yang digelar di Pyongyang. 

Dalam parade militer itu, Kim muncul di alun-alun Kim Il Sung dan melambai ke arah kerumunan. Dalam kemunculan publik langkanya itu, Kim terlihat lebih ramping. Dalam sebuah foto, Kim yang memakai jas bergaya Barat, tersenyum lebar, dan diapit oleh dua anak kecil. Di tengah kekhawatiran atas berat badannya, warga dilaporkan dilarang berbicara tentang penampilan barunya.

Namun, menurut KCNA, Kim berdiri tegak saat pasukan paramiliter dan keamanan publik dari Pengawal Merah Pekerja-Petani (WPRM) berbaris di alun-alun Kim Il Sung.

Seperti halnya KCNA, surat kabar Partai Buruh Rodong Sinmun juga langsung menerbitkan foto-foto suasana parade. Dalam gambar yang diedarkan, para tentara dan pekerja terlihat memakai jas hazmat hingga masker gas. Menurut pemberitaan, pakaian itu adalah simbol dari upaya anti-coronavirus yang dilakukan Korut.

Dalam parade itu, beberapa senjata konvensional juga dipamerkan, termasuk beberapa peluncur roket dan traktor yang membawa rudal anti-tank. Namun, tidak ada rudal balistik yang terlihat atau disebutkan dalam laporan media pemerintah. 

Kim juga tidak menyampaikan pidato apa pun. Sementara diketahui, pada Oktober lalu, ia menyebut tentang kemampuan nuklir negara itu dan memamerkan rudal balistik antarbenua yang sebelumnya tidak terlihat selama parade militer.

Pesan Ratu kepada Kim muncul di tengah kekhawatiran soal uji coba rudal Korut. Terlebih baru Senin (13/9) lalu, Korut mengklaim telah berhasil menyelesaikan uji tembak untuk jenis baru rudal jelajah jarak jauh.

Menurut KCNA, rudal itu terbang 930 mil sebelum mencapai sasarannya. Senjata-senjata itu lalu dikatakan mendarat di perairan teritorial di wilayah Korut sendiri. Sementara tes dilakukan pada Sabtu (11/9) dan Minggu (12/9).

Tes pada pekan lalu itu tercatat menjadi peluncuran rudal pertama setelah Korut menguji rudal balistik jarak pendek taktis baru pada Maret lalu.

Tes terbaru itu juga telah menyoroti kemajuan dalam program senjata Pyongyang meski kebuntuan atas negosiasi nuklir dengan AS menemui jalan buntu. []