News

Ratu Denmark Minta Maaf Usai Lucuti Gelar Kerajaan 4 Cucunya, tapi Tak Batalkan Putusan

Ratu Denmark Minta Maaf Usai Lucuti Gelar Kerajaan 4 Cucunya, tapi Tak Batalkan Putusan
Ratu Margrethe II memutuskan untuk mencopot gelar kerajaan atas empat anak dari putra keduanya Pangeran Joachim (Steffi Loos/CNN)

AKURAT.CO Ratu Denmark, Margrethe II meminta maaf usai melucuti gelar kerajaan empat cucunya. Namun, Margrethe, yang memiliki total delapan cucu, mengatakan tidak akan mengubah pikirannya tentang putusan tersebut.

Raja Denmark berusia 82 tahun itu, pada awal tahun ini merayakan kekuasaan setengah abad berada di atas takhta. Pada Kamis (29/10), Margrethe mendadak memberi pengumuman, menyebut bahwa mulai tahun depan, anak-anak dari putra bungsunya, Pangeran Joachim, tidak akan lagi dikenal sebagai pangeran dan putri.

Sebagai gantinya, mereka akan menggunakan gelar sebagai Count dan Countess Monpezat, dan hanya dipanggil dengan sebutan 'Excellency', karena gelar HRH atau Yang Mulia akan 'dihentikan', kata keluarga kerajaan.

baca juga:

Keputusan tersebut dipandang Ratu Margrethe 'sebagai pemeriksaan yang diperlukan untuk masa depan'. Alasan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan atas nama Ratu, yang dirilis oleh keluarga kerajaan pada Senin (3/10).

Langkah Raja Denmark itu, bagaimanapun, ditanggapi dengan perasaan kecewa oleh Joachim dan anak-anak. Kesaksian pun disampaikan oleh Helle von Wildenrath Lovgreen, sekretaris pers dari Countess Alexandra, yang merupakan mantan istri Joachim.

Kepada CNN pada hari Kamis, Lovgreen mengungkap bahwa Joachim dan anak-anaknya merasa 'sedih' dan 'terkejut' dengan putusan sang Ratu.

Namun, keputusan Ratu Margrethe sudah bulat.

"Dalam beberapa hari terakhir, ada reaksi keras terhadap keputusan saya tentang penggunaan gelar di masa depan untuk keempat anak Pangeran Joachim. Itu tentu saja memengaruhi saya.

"Keputusan ini sebenarnya sudah lama. Dengan 50 tahun saya berada di atas takhta, wajar untuk melihat ke belakang dan melihat ke depan. Adalah tugas dan keinginan saya sebagai Ratu untuk memastikan bahwa monarki selalu membentuk dirinya sesuai dengan perkembangan zaman. Terkadang, ini berarti bahwa keputusan yang sulit harus dibuat, dan akan selalu sulit untuk menemukan momen yang tepat," katanya dalam sebuah pernyataan.