Rahmah

Rasulullah Jelaskan Keutamaan Salam, Simak Ini!

Mengucapkan salam memiliki banyak pahala

Rasulullah Jelaskan Keutamaan Salam, Simak Ini!
Ilustrasi orang bersalaman (amrkhaled.net)

AKURAT.CO Salah satu anjuran bagi setiap muslim adalah mengucapkan salam ketika bertemu dengan sesama. Bagi mereka yang dibacakan salam wajib untuk menjawabnya. Berikut adalah lima hadis Nabi tentang keutamaan mengucapkan salam.

1. Salam termasuk nama Allah di bumi

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {السَّلَامُ مِنْ أسْمَاءِ اللهِ تَعَالَى وَضَعَهُ اللهُ فِى الْأَرْضِ فَأَفْشُوْهُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ الْمُسْلِمَ إِذَا مَرَّ بِقَوْمٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ فَرَدُّوْا عَلَيْهِ كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ فَضْلُ دَرَجَةٍ بِتَذْكِيْرِهِ إيَّاهُم السَّلَام، فَإِنْ لَمْ يَرُدُّوْا عَلَيْهِ رَدَّ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُمْ وَأَطْيَبُ}.

baca juga:

Artinya, “Nabi SAW bersabda, ‘Salam itu termasuk salah satu dari nama-nama Allah ta’ala yang Allah letakkan di bumi, maka sebarkanlah salam. Sungguh seorang laki-laki muslim jika melewati suatu kaum lalu ia mengucapkan salam kepada mereka, kemudian mereka menjawab salamnya, maka baginya atas mereka keutamaan derajat sebab mengingatkannya kepada mereka dengan salam. jika mereka tidak menjawab salamnya, maka orang yang lebih baik dari pada mereka dan lebih bagus telah menjawab salamnya.’” (HR Al-Bazzar dan Al-Baihaqi)

2. Mengucapkan salam memiliki banyak pahala

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: عَشْرٌ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ: عِشْرُونَ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ: ثَلاَثُونَ. رواه أبو داود والترمذي.

Artinya, “Dari Imran bin Hushain, ia berkata, Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata, ‘Assalamu’alaikum.’ Beliau menjawab salamnya. Kemudian ia duduk, lalu Nabi SAW bersabda, ‘Sepuluh.’ Kemudian datang lagi seorang laki-laki lain dan berkata, ‘Assalamua’alaikum warahmatullah.’ Lalu beliau menjawab salamnya. Kemudian ia duduk, beliau pun bersabda, ‘Dua puluh.’ Kemudian datang lagi orang lain dan berkata, ‘Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.’ Lalu beliau menjawab salamnya, ia pun duduk, lalu beliau bersabda, ‘Tiga puluh.’” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)

3. Orang yang tidak mengucapkan salam adalah orang pelit

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: أَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ، وَالْمَغْبُونُ مَنْ لَمْ يَرُدَّهُ، وَإِنْ حَالَتْ بَيْنَكَ وَبَيْنَ أَخِيكَ شَجَرَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْدَأَهُ بِالسَّلامِ لا يَبْدَأُكَ فَافْعَلْ.

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, ‘Orang yang paling pelit adalah orang yang pelit memberikan salam dan orang yang tertipu adalah orang yang tidak menjawab salamnya. Jika ada sebuah pohon menghalangi antara dirimu dan saudaramu, jika kamu mampu memulainya dengan salam yang saudaramu tidak memulainya maka lakukanlah.’”

4. Salam sebagai bentuk penghormatan

وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {السَّلَامُ تَحِيَّةٌ لِمِلَّتِنَا وَأَمَانٌ لِذِمَّتِنَا، قَالَ اللهُ تَعَالَى: “وَإِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِأحْسَنَ مِنْهَا أوْ رُدُّوْهَا.

Artinya, “Salam adalah kehormatan untuk agama kita dan keamanan untuk tanggunganmu, Allah ta’ala berfirman, ‘Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya.” (HR Imam Al-Qudha)