Lifestyle

Rasa Cemas dan Khawatir Berlebihan Pada Anak Itu Berbahaya

Berikut tindakan-tindakan karena khawatir dan rasa cemas orang tua, yang tidak baik untuk tumbuh kembang anak


Rasa Cemas dan Khawatir Berlebihan Pada Anak Itu Berbahaya
Ilustrasi orang tua melarang anak karena terlalu cemas. (Freepik/peoplecreations)

AKURAT.CO Merawat tumbuh kembang anak dengan baik adalah tujuan dari setiap orang tua. Akan tetapi, merawat bukan berarti menghindarkan mereka dari setiap tantangan.

Begitu juga saat anak-anak mencoba bereksplorasi dan belajar hal baru, orang tua tidak perlu mengawasi anak secara terus-menerus dan mengarahkan perilakunya sesuai keinginan orang tua karena rasa cemas.

Bukanlah hal yang bijak, jika kecemasan orang tua menjadi dasar pengasuhan anak. 

Sebab, mengkhawatirkan segalanya agar anak tidak terluka atau sedih, justru menimbulkan rasa takut berlebihan saat anak beranjak dewasa.

Khawatir dan cemas adalah perilaku yang lumrah bagi setiap orang tua pada anaknya, Namun, jika ini menjadi posesif, akan membuat anak tidak nyaman dengan aturan orang tuanya sendiri.

Berikut tindakan-tindakan karena khawatir dan rasa cemas orang tua, yang tidak baik untuk tumbuh kembang anak, seperti dilansir dari laman Bright Side.

Sering membicarakan kecemasan di depan anak

Orang tua yang cemas, sering mengulangi informasi rasa cemas kepada anak. Misalnya, jika orang tua melihat anjing liar sebagai ancaman dan membicarakannya dengan nada menyeramkan berulang kali, pada akhirnya anak akan mengembangkan fobia terhadap anking.

Inilah tindakan orang tua mentransfer ketakutan pada anak-anak, yang terkadang tanpa disadari oleh orang tua. 

Sering melarang anak

Anak-anak yang terlalu sering dilarang, biasanya lebih gampang mengalami kecemasan dan kekhawatiran.

Sadarilah, sebagai orang tua, kamu tidak dapat mengontrol semua yang dilakukan anak-anak. Sebaliknya, fokus pada sesuatu yang mereka minati tanpa memaksa.

Misalnya, anak menunjukkan minat bermusik, tanyakan apakah mereka ingin kursus musik untuk mengembangkan bakatnya.

Bukan malah mendorongnya untuk kursus matematika, dengan ketakutan bahwa bakat musiknya tidak bisa menghasilkan pekerjaan yang baik secara ekonomu.

Memuaskan segala keinginan anak

Salah satu kewajiban orang tua yakni memberikan keinginan dan memenuhi kebutuhan anaknya, tapi tidak segalanya harus dituruti.

Setiap kali anak mengamuk, beberapa orang tua langsung buru-buru menghiburnya.

Bahkan bagi orang tua yang mudah cemas, amukan anak berarti anak sangat membutuhkan sesuatu.

Apabila orangtua tidak memuaskannya, kecemasan merayapi pikiran orang tua dan menyesal karena tidak bisa memenuhinya.

Alih-alih mencoba menenangkan anak saat mengamuk atau tantrum, jangan perhatikan mereka. Sering kali amukan digunakan sebagai senjata agar orang tua ikut kalut dan luluh, agar keinginannya cepat terpenuhi.

Cepat atau lambat, amukan itu akan berlalu dengan sendirinya.

Tidak membiarkan anak memiliki privasi

Orang tua yang cemas tidak membiarkan anak-anaknya menyimpan sesuatu dari mereka. Bagi mereka, jika anak menyembunyikan sesuatu, maka itu pasti sesuatu yang mengerikan dan mengkhawatirkan.

Mendorong anak untuk memberi tahu pada orang tua tentang segalanya, membuat mereka tidak memiliki privasi. Padahal, memiliki privasi juga sangat penting untuk perkembangan anak 

Sebab ada dua jenis rahasia, yaitu rahasia baik seperti kejutan, dan rahasia buruk seperti situasi yang membuat anak sedih atau malu.

Biarkan anak menyimpan rahasianya sendiri dan memiliki privasi karena rahasia itu, orang tua bisa ikut campur tangan ketika orang tua merasa situasinya tidak terkendali atau mungkin mengancam jiwa anak.