News

Rapid Test Massal di DIY Sasar Pengunjung Pusat Keramaian


Rapid Test Massal di DIY Sasar Pengunjung Pusat Keramaian
Warga mencoba mencari informasi kepada petugas pelayanan RDT, Selasa (12/5/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Gubernur Daerah Istimewa Yoguakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta para kepala daerah di wilayahnya untuk menggelar rapid diagnostic (RDT) massal. Rapid test menyasar para pengunjung pusat keramaian.

Informasi itu disampaikan oleh Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji usai dirinya mengikuti rapat koordinasi bersama para kepala daerah se-DIY di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (13/5/2020).

"Ini tadi di rapat koordinasi Bapak Gubernur yang memimpin, intinya kita akan melakukan pengembangan terhadap rapid test secara massal khususnya di tempat-tempat keramaian," kata Aji.

Para kepala daerah, kata Aji, menyanggupinya dan mengatakan akan menyasar lokasi-lokasi semacam pusat belanja modern maupun tradisional. Atau mungkin tempat-tempat di mana kerumunan seringkali muncul.

RDT massal, menurut Aji, langsung mengambil tempat di lokasi keramaian itu. "Segera dimulai, bahkan di beberapa tempat sudah dimulai," ujarnya.

Kata Aji, RDT massal dilakukan dengan metode pengambilan sampel. Untuk prosentasenya, bergantung pada skala pusat keramaian tempat dilangsungkannya rapid test.

"Jadi kita akan lihat kalau pasarnya kecil ya sampelnya nanti pengunjung dan penjual kita ambil sampel 500 atau 200. Di supermaket misalnya, karyawan dan pengunjung kita lakukan sampel. Karena sampel secara acak, harapannya kita bisa menemukan di situ ada penularan atau tidak," paparnya.

Ketika ditemukan adanya peserta yang reaktif, maka penelusuran atau tracing langsung dilaksanakan. Mereka yang reaktif juga tidak diharuskan isolasi di rumah sakit.

Oleh karenanya, pemkab/pemkot telah menyediakan lokasi karantina manakala tercipta lonjakan kasus warga reaktif via rapid test. Seperti di Sleman, ada Asrama Haji Yogyakarta dan Balai Diklat Kalasan, dan Wisma Sembada; Kota Yogyakarta ada di Wisma KemenPUPR, Gunungkidul di sejumlah balai desa dan lain sebagainya.

"Semua tidak harus masuk rumah sakit, karena yang bersangkutan tidak semuanya sakit. Hanya memang harus melakukan isolasi diri supaya tidak ada penularan," ucapnya.

Sementara untuk ketersediaan RDT kit, tambah Aji, akan dicukupi dengan yang dimiliki Pemda. "Kekurangannya tadi pak Gub sudah perintahkan BPBD untuk komunikasikan dengan BNPB," pungkasnya.[]