News

Raker Komisi II dengan Pratikno dan Moeldoko Banjir Kritik Soal Dukungan Jokowi 3 Periode

Raker Komisi II dengan Pratikno dan Moeldoko Banjir Kritik Soal Dukungan Jokowi 3 Periode
Rapat Kerja/Rapat Dengar Pendapat dengan  Mensesneg, Seskab, dan Kepala KSP di ruang rapat Komisi II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4/2022). (Youtube DPR RI)

AKURAT.CO, Sejumlah anggota Komisi II DPR RI menyinggung soal isu perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode dalam Rapat Kerja/Rapat Dengar Pendapat dengan Mensesneg, Seskab, Kepala KSP.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Ihsan Yunus meminta penjelasan Mensesneg Pratikno mengenai deklarasi organisasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang terang-terangan mendukung Jokowi tiga periode.

Menurut Ihsan, DPR wajib mempertanyakan hal itu karena menyangkut tugas dari Mensesneg dalam memberikan dukungan administrasi dan analisis penyelenggaraan lembaga daerah.

baca juga:

"Apakah ini memang sudah pernah dibahas?" tanya Ihsan di ruang rapat Komisi II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4/2022).

Menurut Ihsan, deklarasi presiden tiga periode oleh APDESI seolah-olah menunjukkan pemerintahan desa bisa terlibat dalam politik praktis.

"Bagaimana Bapak (Mensesneg) melihat isu ini? Bagaimana kemudian lembaga daerah bisa seolah-olah melaksanakan politik praktis seperti yang sudah dipertontonkan kepada kita semua," tuturnya.

Kemudian, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera berharap tidak ada anggaran negara yang dimanfaatkan untuk 'menggoreng' isu atau wacana masa jabatan presiden tiga periode atau perpanjangan masa jabatan presiden.

"Karena itu sangat bertentangan dengan konstitusi," tegasnya.

Terlebih itu, Mardani mengingatkan pemerintah untuk tidak terlibat dalam isu itu. Apalagi memanfaatkan anggaran negara untuk menggerakkan isu presiden tiga periode.

"Kalaupun isu itu ada biarkan jadi isu elite yang akan diputuskan oleh para pimpinan partai. Mohon jawaban, sehingga saya bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak ada gerakan untuk tiga periode Pak Jokowi," tandasnya.[]