Olahraga

RANS, Selebritas, dan Absennya Tradisi Suporter

Di manakah RANS akan membasiskan suporternya sebagai komponen paling penting sebuah klub yang bertanding di sebuah kompetisi nasional?


RANS, Selebritas, dan Absennya Tradisi Suporter
Mantan pesepak bola dunia asal Brazil Ronaldinho (tengah) berjalan dengan Chairman RANS Nusantara FC Raffi Ahmad saat membuka pertandingan Trofeo Ronaldinho di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (26/6). (ANTARA/Rizal Hanafi)

AKURAT.CO, Sulit untuk menghindari kesan bahwa klub yang baru promosi ke Liga 1 Indonesia, RANS Nusantara FC, mendapat perhatian luas karena popularitas pemiliknya. Sejak dibeli oleh selebritas Raffi Ahmad pada Maret 2021, klub yang semula bernama Cilegon United ini hanya butuh semusim untuk naik ke kasta utama.

Rezim “popularitas” pada klub ini terus digulirkan dengan mendatangkan eks bintang Tim Nasional Brasil dan Barcelona, Ronaldinho, pada pertandingan pramusim di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (26/6). Bermain untuk RANS, Ronaldinho menghadapi Persik Kediri.

Dengan menghadirkan Ronaldinho di turnamen yang bahkan dinamai dengan nama sang bintang, Trofeo Ronaldinho, maka RANS telah melengkapi usahanya untuk mempopulerkan klub tersebut ke seantero Indonesia. Tak banyak klub yang bisa melakukan hal tersebut, terlebih jika mereka adalah klub baru.

baca juga:

Namun demikian, jauh ke dalam, akankah RANS bakal menyumbangkan “sesuatu” yang lebih bermakna untuk sepakbola Indonesia?

Satu pertanyaan yang paling signifikan adalah di manakah RANS akan membasiskan suporternya sebagai komponen paling penting sebuah klub yang bertanding di sebuah kompetisi nasional?

Umumnya, klub akan menempatkan posisinya sebagai perwakilan sebuah wilayah atau kota dan orang-orang di kota tersebut akan menjadi “darah-daging” tradisi mereka yang membuat klub tersebut bisa bertahan dengan sejarah panjang. Seperti Persebaya Surabaya dengan Bonek dan Persija Jakarta dengan The Jakmania.

RANS sendiri sebenarnya memiliki Cilegon sebagai basisnya karena klub tersebut adalah Cilegon United yang berganti nama sejak dibeli oleh Raffi Ahmad. Namun, per tahun ini, RANS mengganti namanya dari RANS Cilegon menjadi RANS Nusantara.

Pergantian nama tersebut agaknya diharapkan bisa membuat RANS menjadi klub yang mewakili seluruh negeri dengan mengatasnamakan “Nusantara”. Namun, adakah klub di dunia ini yang bisa menjadi klub satu negara?

Sejauh ini, kekuatan RANS adalah popularitas owner-nya dan kekuatan uang sang owner. Mereka belum punya kandang tetap dan saat ini masih menggunakan Stadion Madya di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai kandang.

Dalam lima tahun terakhir, setidaknya ada dua klub yang posisinya mirip RANS, yakni Bhayangkara FC dan Persikabo ketika masih di bawah naungan TNI. Bagaimanapun, tak ada yang lebih kuat bagi sebuah klub selain membangun kultur bersama suporternya yang mewakili satu wilayah karena sepertinya memang demikianlah hakikat sebuah klub.[]