Tech

Rancang Mesin hingga Bantu Pemasaran Digital, UNESA Suport UMKM Bakpia di Magetan

Upaya selamatkan UMKM di masa pandemi melalui inovasi mesin produksi


Rancang Mesin hingga Bantu Pemasaran Digital, UNESA Suport UMKM Bakpia di Magetan

AKURAT.CO UMKM menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Omzet pelaku UMKM mengalami penurunan drastis karena turunnya daya beli masyarakat. Bahkan Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sebanyak 87,5 persen UMKM di Indonesia terdampak akibat Covid-19 dan hanya 12,5 persen UMKM yang merasakan dampak kecil.

Erick Thohir dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, mengatakan UMKM yang bisa bertahan dari Covid-19 adalah mereka yang didukung oleh transformasi digital. Seperti sektor elektronik yang bisa tetap tumbuh sekitar 24 persen.

Untuk mendorong dan mewujudkan UMKM sebagai motor penggerak perekonomiannya masyarakat, tim dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada salah satu industri kecil bakpia di Kabupaten Magetan.

Tim dosen UNESA terdiri dari Puguh Novi Prasetyono, S.Pd., M.T., Dr. Anam Miftakhul Huda, M.IKom., dan Drs. Bambang Sujatmiko, M.T. Mereka memberikan pelatihan, pendampingan, dan menyerahkan inovasi mesin khusus untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi bakpia kepada UMKM mitra, Abadi Berkah Gemilang.

Abadi Berkah Gemilang merupakan UMKM Pia Menus yang berlokasi di Kelurahan Takeran, Kabupaten Magetan. Mesin yang diserahkan kepada UMKM tersebut berfungsi untuk mengukus bahan pembuatan bakpia tanpa melalui proses perendaman. Dengan begitu proses produksi Pia Menus dapat lebih cepat, efektif, dan produktif.

Tidak hanya itu, tim dosen UNESA juga membantu UMKM dalam mengembangkan sistem pemasaran digital melalui rancang bangun website.

“Kita suport UMKM Pia Menus lewat optimalisasi pemasaran produk via online baik web maupun medsos, sehingga produk mereka makin dikenal masyarakat luas,” ujar Puguh Novi Prasetyono, dilansir dari laman resmi UNESA

Puguh juga mengatakan, selama pandemi, perekonomian masyarakat mengkhawatirkan. Rendahnya pendapatan membuat daya beli masyarakat turun bahkan angka pengangguran menjadi naik. Salah satu sektor yang terpukul imbas pandemi ini adalah UMKM. 

"Bagi yang sudah efektif dan efisien proses produksi dan pemasarannya saja mengaku terpukul oleh pandemi, apalagi UMKM yang masih menggunakan pola produksi dan pemasaran yang konvensional, tentu bertahan pun susah," ungkap Puguh.