Rahmah

Ramai Seruan Aksi "Jokowi End Game", Begini Hukum Demonstrasi dalam Perspektif Islam

Pada prinsipnya agama Islam tidak melarang penyampaian nasihat secara terang-terangan, termasuk aksi demonstrasi sepanjang itu tidak bersifat anarkis.


Ramai Seruan Aksi
Seruan Aksi Jokowi End Game (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan seruan aksi demonstrasi ''Jokowi End Game'' yang dikabarkan akan terjadi hari ini, Sabtu (24/7/2021). Dalam seruan yang beredar tersebut, akan ada aksi turun ke jalan di depan Istana Presiden, Jakarta.

Lantas bagaimana hukum demonstrasi dalam perspektif Islam?

Di dalam undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, unjuk rasa atau demonstrasi didefinisikan sebagai: Kegiatan yang dilakukan seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara demonstratif di muka umum.

Adapun dalam bahasa Arab, istilah demonstrasi sebagaimana yang terdapat dalam bahasa Indonesia, yaitu disebut dengan beberapa istilah, seperti muzhaharah dan masirah.

Istilah muzharah dalam kamus al-Munawwir diartikan sebagai "demonstrasi", tanpa merinci kepada tindakan anarkis atau tidak. Sedangkan muzhaharah dalam terminologi kaum sosialis berarti demonstrasi yang dilakukan disertai boikot atau kerusuhan agar tujuan revolusi mereka tercapai.

Adapun masirah secara harfiah berarti "perjalanan". Dalam kamus al-Mawrid dijelaskan bahwa masirah berarti march atau long march. Dengan kata lain, masirah merupakan istilah sebagai aksi demonstrasi yang tidak disertai kerusakan dan kerusuhan. Istilah long march sendiri merupakan pola aksi yang bergerak dan tidak diam dalam satu tempat.

Apabila melihat dari sisi yang berbeda, yaitu dalam Al-Qur'an dan Hadis terkait istilah demonstrasi atau muzhaharah dan masirah, dengan arti sebagaimana definisi masing-masing, maka istilah itu tidak dapat ditemukan. Hanya saja dalam pengertian lain dapat dijumpai kepada makna yang mendekati. Sehingga istilah demonstrasi, bisa dikatakan muncul setelah masa Nabi, dimana pada saat itu kebebasan berpendapat sering terbungkam atau tidak terdengar. 

Sebagaimana definisi demonstrasi di atas, dalam agama Islam, muzhaharah sebuah demonstrasi yang dilarang. Sedangkan masirah itu diperbolehkan. 

Para ulama juga menetapkan kewajiban rakyat untuk mematuhi pemimpin, dalam arti selama pemimpin tersebut tidak keluar dari jalur yang diridhai Allah SWT. Islam memiliki konsep tentang ketaatan kepada pemerintah bukan berarti ketaatan yang bersifat kepentingan yang membabi buta. Melainkan ketaatan kritis yang dibatasi oleh ketentuan syariat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung," (QS.Ali Imran [3]:104).

Pada prinsipnya agama Islam tidak melarang penyampaian nasihat secara terang-terangan, termasuk aksi demonstrasi sepanjang itu tidak bersifat anarkis atau muzhaharah.

Al-Hafidz at-Turmudzi dalam Kitab Jami’-nya meriwayatkan, Bahwa Rasulullah Saw bersabda :

أفضل الجهاد كلمة عدل عند سلطان جائر

Artinya: “Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat keadilan di hadapan penguasa yang dzalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011).

Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa Islam membolehkan aksi demonstrasi, dengan catatan dalam melakukan demonstrasi harus menggunakan cara-cara yang baik dan damai. Sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.[]