Ekonomi

Ramai Penipuan Belanja Online Seret Nama Bea Cukai, Gini Caranya Agar Lolos Penipuan!

masyarakat diharapkan memahami aturan kepabeanan atas barang kiriman sehingga tidak mudah dikelabui oleh penipu yang mengatasnamakan Bea Cukai


Ramai Penipuan Belanja Online Seret Nama Bea Cukai, Gini Caranya Agar Lolos Penipuan!
Warga memilih barang belanjaan melalui situs belanja online di Jakarta, Minggu (6/2/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Baru-baru ini marak sekali penipuan pembelian online shop palsu dengan mengatasnamakan Bea dan Cukai. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana memberikan lima fakta untuk masyarakat supaya terhindari dari aksi penipuan tersebut.

Pertama, masyarakat diharapkan memahami aturan kepabeanan atas barang kiriman sehingga tidak mudah dikelabui oleh penipu yang mengatasnamakan Bea Cukai.

“ Untuk barang-barang yang diperjualbelikan di dalam negeri dan penjual mengatakan bahwa barang ditahan Bea Cukai, maka hal tersebut jelas merupakan penipuan. Bea Cukai tidak memeriksa pengiriman barang antarpulau di dalam negeri, kecuali dari wilayah free trade zone,” ucap Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana pada keterangan tertulis.

baca juga:

Kemudian kedua, bila mendapat informasi barang yang dibeli dari luar negeri tertahan di Bea Cukai, maka masyarakat dapat segera memeriksa status barang kiriman pada www.beacukai.go.id/barangkiriman.

“ Apabila penjual tak dapat menunjukkan nomor resi, sehingga barang tak bisa dilacak maka bisa dipastikan hal tersebut adalah modus penipuan,” jelasnya.

Ketiga, Bea Cukai tidak pernah menghubungi pemilik barang untuk penagihan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas barang kiriman. Maupun tidak pernah juga meminta kiriman uang untuk pembayaran tersebut ke nomor rekening pribadi, karena pembayaran untuk penerimaan negara dilakukan menggunakan kode billing.

Keempat, indikasi penipuan dapat dikonfirmasi kebenarannya dengan menghubungi contact center Bravo Bea Cukai 1500225 dan email [email protected] Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menghubungi Bea Cukai melalui saluran komunikasi resmi/media sosial, yaitu fanspage www.facebook.com/beacukaiRI, www.facebook.com/bravobeacukai, Twitter @BeaCukaiRI, Twitter @BravoBeaCukai serta Instagram @BeaCukaiRI.

“Lewat media sosial, Bea Cukai akan melakukan rekapitulasi aduan penipuan yang dialami langsung oleh korban dengan cara melaporkan penipuan tersebut melalui Google form yang dibagikan melalui pesan langsung di media sosial,” tuturnya.

"Terakhir, untuk masyarakat yang telah menjadi korban penipuan dan ingin melaporkan hal tersebut dapat menghubungi Kepolisian melalui call center 110 atau laman patrolisiber.id, serta dapat melaporkan ke bank terkait untuk dilakukan penelusuran dan pemblokiran lebih lanjut terhadap rekening pelaku," katanya.