News

Ramai Musni Umar Dicekal KAI, Ini Aturan Naik Kereta Jarak Jauh

Ramai Musni Umar Dicekal KAI, Ini Aturan Naik Kereta Jarak Jauh
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (26/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar kembali menjadi sorotan warganet usai ia mencuitkan pengalaman kurang mengenakkan saat hendak naik kereta api. Menurut Musni Umar, ia dicekal saat akan naik kereta api bersama keluarga dari Bandung ke Jakarta.

"Sejatinya pagi ini saya, isteri, adik, keponakan ke Jakarta dari Bandung pukul 06.00 WIB dengan kereta api. Akan tetapi, saya dicekal tidak boleh naik kereta api karena booster," cuit Musni Umar, pada Minggu (27/11).

Musni pun menjelaskan, karena pencekalan itu, ia terpaksa menggunakan kendaraan antar jemput Bandung-Jakarta. Ia pun menyesalkan pencekalan itu, karena merasa dipersulit saat hendak naik transportasi umum.

baca juga:

"Akhirnya saya sendiri naik kendaraan antar jemput Bandung-Jakarta. Seharusnya dipermudah, jangan dipersulit," sambungnya.

Cuitan Musni Umar pun langsung mendapat respons dari akun resmi Kereta Api Indonesia @KAI121. Dalam responnya, Kereta Api Indonesia menjelaskan beberapa peraturan terbaru naik kereta api jarak jauh, termasuk kewajiban sudah vaksin dosis 3 atau booster.

Berikut aturan naik kereta api jarak jauh yang perlu diperhatikan calon penumpang:

  1. Pelaku perjalanan usia 18 tahun ke atas wajib mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster).
  2. Pelaku perjalanan usia 6-17 tahun wajib telah mendapatkan vaksin dosis kedua.
  3. Pelaku perjalanan usia di bawah 6 tahun dikecualikan terhdap syarat vaksinasi, namun wajib dengan pendampingan perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi.
  4. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat melakukan perjalanan.

Sementara itu, bagi calon penumpang yang memiliki kondisi kesehatan khusus sehingga tidak bisa menerima vaksinasi, berikut peraturan naik kereta api jarak jauh:

  1. Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.
  2. Pelaku perjalanan berstatus Warga Negara Asing (WNA) berasal dari perjalanan luar negeri dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua.
  3. Pelaku perjalanan usia 6-17 tahun yang berasal dari perjalanan luar negeri dan belum mendapatkan vaksinasi, dikecualikan dari kewajiban vaksinasi.

Itu dia peraturan naik kereta api jarak jauh yang harus dipatuhi calon penumpang.[]