News

Ramai Disorot Media Asing, Jokowi Sampaikan Pesan Volodymyr Zelensky ke Vladimir Putin saat Kunjungi Rusia

Media internasional menyoroti klaim Jokowi bahwa ia menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Pemimpin Rusia Vladimir Putin.


Ramai Disorot Media Asing, Jokowi Sampaikan Pesan Volodymyr Zelensky ke Vladimir Putin saat Kunjungi Rusia
Jokowi bertemu dengan Putin di Moskow, Rusia, pada Kamis (30/6). (AFP)

AKURAT.CO Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Moskow, Rusia, pada Kamis (30/6) turut menuai perhatian dunia. Salah satu media internasional, AFP, menyoroti klaim Jokowi bahwa ia menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Pemimpin Rusia Vladimir Putin.

Menurut laporan AFP pada Jumat (1/7), Putin menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini setelah lebih dari 4 bulan Moskow menyerang Ukraina.

"Saya menyampaikan pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin," tuturnya setelah berbicara dengan pemimpin Kremlin.

baca juga:

Jokowi menyatakan siap untuk membantu memulai 'komunikasi' antara kedua pemimpin. Namun, AFP menyoroti tak adanya detail lebih lanjut. Selain itu, baik Zelensky maupun Putin sama-sama tak mengatakan apa-apa mengenai hal ini.

Dalam konferensi pers dengan Putin, Jokowi mengaku mengharapkan kemajuan dalam mengintegrasikan kembali pasokan pangan dan pupuk global yang terganggu oleh konflik. Jokowi juga menawarkan diri untuk menjadi 'jembatan' diplomatik antara kedua negara.

"Saya sangat mengapresiasi Presiden Putin yang sebelumnya mengatakan akan memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk, baik dari Rusia maupun Ukraina. Ini kabar baik. Demi kemanusiaan, saya juga mendukung upaya PBB untuk mengintegrasikan kembali komoditas pangan dan pupuk Rusia serta komoditas pangan Ukraina untuk masuk kembali ke rantai pasokan dunia," tambahnya.

Jokowi mengaku telah mendesak para pemimpin G7 dalam pertemuan yang dihadirinya di Jerman pekan ini untuk memastikan sanksi terhadap Rusia tak memengaruhi pasokan pangan dan pupuk.

Sebagai presiden G20 tahun ini, Jokowi telah berusaha untuk menambal perpecahan dalam kelompok tersebut akibat perang di Ukraina. KTT juga terancam diboikot jika Rusia hadir. Meski begitu, ia memanfaatkan posisi nonblok negaranya untuk mendorong perdamaian.

"Meski situasi eksternal masih sulit, tetap penting untuk bergerak menuju penyelesaian dan dialog terbuka," lanjutnya.

Jokowi pun mengatakan bahwa Indonesia ingin perang segera berakhir.

"Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk menghidupkan kembali semangat kerja sama," ungkapnya.

Indonesia ditekan Barat untuk mengecualikan Putin dari pertemuan G20 setelah pada bulan April mengumumkan diundangnya pemimpin Rusia tersebut.

Saat dikunjungi Jokowi pada Rabu (29/6), Zelensky mengatakan kepastian kehadirannya di KTT G20 di Bali akan tergantung pada siapa saja yang hadir.

Sementara itu, Putin pada Kamis (30/7) memuji dialognya dengan Jokowi.

"Saya yakin kesepakatan yang dicapai hari ini akan semakin memperkuat kemitraan Rusia-Indonesia," pungkas Putin.[]