Lifestyle

Ramah Untuk Muslim, Yuk Pahami Tentang Wisata Halal

Wisata halal berarti pelayanan di tempat wisata yang dipromosikan oleh pemerintah harus ramah untuk muslim, mulai dari makanan, hotel, adanya tempat ibadah


Ramah Untuk Muslim, Yuk Pahami Tentang Wisata Halal
Lembah Harau, Sumatera Barat (UNSPLASH/Ibadah Mimpi)

AKURAT.CO  Indonesia dikaruniai kekayaan alam dan budaya yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Inilah yang menjadikan Indonesia  memiliki banyak tempat wisata yang keindahan dan pesonanya tidak perlu dipertanyakan lagi. 

Pemerintah sendiri terus gencar mempromosikan berbagai spot pariwisata, termasuk mensosialisasikan wisata halal. Istilah wisata halal sendiri sebenarnya mulai dikenal sejak 2015 ketika acara World Halal Tourism Summit (WHTS) digelar di Abu Dhabi, United Arab Emirates (UAE). 

Adapun wisata halal bukan tempat khusus muslim. Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), wisata halal merujuk pada layanan tambahan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas yang ditujukan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman, kebutuhan, dan keinginan wisatawan muslim.

Artinya, pelayanan di tempat wisata yang dipromosikan oleh pemerintah harus ramah untuk muslim, mulai dari penyediaan makanan serta ketersediaan tempat ibadah dan hotel, hingga pelayanan ramah muslim lainnya, termasuk tentang kesehatan dan higienitas. Intinya, wisata halal fokus pada pelayanannya, bukan mengubah objek atau alam wisata lainnya.

“Jangan dikatakan tentang destinasi melainkan pelayanannya. Ini yang penting,” ujar Chairman Indonesia Tourism Foum Sapta Nirwandar, dikutip AKURAT.CO pada Senin (25/10/2021). 

Misalnya, Sumatera Utara, khususnya Danau Toba, banyak dikunjungi oleh wisatawan muslim lokal maupun mancangera. Nah, Danau Toba pun harus menyediakan fasilitas dan pelayanan yang ramah untuk muslim agar mereka tertarik dan betah berlibur di Danau Toba. 

Wisata halal sendiri bukan hanya bertujuan untuk menggaet wisatawan muslim di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Sekitar 14,92 juta turis asing yang datang ke Indonesia merupakan wisatawan muslim.

Sebenarnya, wisata halal diadopsi dari pelayanan yang diberikan negara-negara non-Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada wisatawan muslim di tempat wisatanya. Ya, beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Australia, Inggris, dan banyak negara lainnya, memberikan pelayanan yang memadai untuk wisatawan muslim yang berkunjung ke negaranya, seperti mushola, restoran halal, serta tempat yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. 

Indonesia diketahui sudah mulai mengembangkan fasilitas halal di berbagai tempat wisata di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.  Usaha pemerintah tersebut pun tidak sia-sia. Terbukti, Indonesia juga menduduki peringkat pertama sebagai Wisata Halal Terbaik di Dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI) mengungguli 130 negara peserta lainnya pada 2019 lalu.  Sayangnya, hingga saat ini  belum ada standar yang diakui internasional tentang pariwisata halal. 

Beberapa tempat di Indonesia yang punya potensi untuk dikembangkan menjadi wisata halal, dikutip dari laman Kemenparekraf :

Lombok

Lombok pernah dinobatkan sebagai The World Best Halal Tourism Destination dalam ajang World Halal Travel Awards di Abu Dhabi pada 2015. 

Aceh

Potensi Aceh untuk menjadi wisata halal tentu tidak perlu diragukan lagi, mengingat mayoritas penduduk Aceh adalah muslim. Pada 2016, Aceh berhasil mendapatkan penghargaan sebagai World’s Best Airport for Halal Travellers dan World’s Best Halal Cultural Destination dari World Halal Tourism Award

Sumatera Barat

Sumatera Barat banyak mendapatkan prestasi atas pelayanan wisatanya yang ramah untuk muslim. Ada 3 penghargaan yang berhasil diraih Sumatera Barat, yakni World’s Best Halal Destination, World’s Best Halal Tour Operator, dan World’s Best Halal Culinary Destination.

Jakarta

Meskipun dihuni oleh berbagai suku bangsa dan agama, Jakarta juga memiliki banyak fasilitas ramah muslim. Setidaknya ada 510 hotel dengan sertifikat halal dan lima hotel tipe syariah di Jakarta.