image
Login / Sign Up

7 Fakta Orhan Pamuk, Peraih Nobel Kesusastraan Pertama dan Satu-satunya dari Turki

Endarti

Image

Orphan Pamuk, penulis muslim asal Turki yang berhasil meraih nobel kesustraan. Pamuk menjadi penulis Turki pertama dan satu-satunya yang berhasil menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Buku-bukunya telah terjual jutaan kopi diseluruh dunia, dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa. | Agenda

AKURAT.CO, Bagi para penulis karya sastra, meraih penghargaan Nobel Kesusastraan dianggap sebagai pencapaian paling tinggi. Pastinya tidak sembarang orang bisa meraih penghargaan bergengsi dunia ini. Hingga saat ini, pemenang Nobel Kesusastraan didominasi oleh sastrawan dari Prancis, Amerika, serta Inggris.

Salah satu peraih Nobel Kesusastraan adalah Orhan Pamuk, penulis kenamaan asal Turki. Sebagai penulis novel, Orhan Pamuk tidak hanya dikenal karena karyanya yang mengagumkan, tapi kehidupan serta latar belakangnya selalu menjadi topik perbincangan bagi para penggemar literasi.

Dilansir AKURAT.CO (16/5) dari berbagai sumber, berikut 7 fakta menarik Orhan Pamuk.

baca juga:

1. Pemenang Nobel Kesusastraan pertama dan satu-satunya dari Turki

Nobel Prize

Dalam sejarah kesusastraan Turki, Orhan Pamuk menjadi penulis Turki pertama yang berhasil meraih Nobel Kesusastraan, yakni pada tahun 2016. Pamuk memang dikenal sebagai salah satu penulis paling sukses di Turki. Buku-bukunya selalu menjadi best-selling tidak hanya di negaranya, tetapi juga di luar Turki. Novel-novel garapan Pamuk bahkan sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa.

Tidak hanya itu, sejak menjadi penulis, Pamuk telah mendapatkan setidaknya 25 penghargaan sastra dari berbagai negara. Bahkan salah satu karya fenomenalnya, "My Name Is Red" kerap menyabet penghargaan internasional untuk kategori novel terbaik di Jerman dan Irlandia. Meskipun ada banyak penulis sastra di Turki, tetapi hingga kini hanya Pamuk yang bisa mendapatkan Nobel Kesusastraan.

2. Salah satu penulis novel paling kontroversial di Turki

Ufilter

Pamuk meraih penghargaan tertinggi dalam dunia sastra justru pada saat dirinya tersandung kasus "pencemaran nama baik bangsa Turki". Pamuk memang tercatat sebagai penulis yang paling lantang menyuarakan pendapatnya, termasuk "aib" Turki pada masa lalu. Pada Januari 2006, pengadilan Turki pernah mendakwa Pamuk hanya gara-gara interview kontroversialnya dengan salah satu media cetak Swiss. Pada saat itu, Pamuk menyinggung tentang sejarah pembantaian 3 ribu kaum Armenia di masa kekaisaran Ottoman Turki.

3. Bercita-cita jadi pelukis semasa kecil

Medium

Mungkin tidak akan pernah ada yang menyangka seorang pemenang Nobel Kesusastraan justru dulunya bercita-cita sebagai seorang pelukis. Sejak umur 7 tahun, Pamuk mengaku dirinya sebagai seorang yang sangat tergila-gila dengan melukis. Bahkan dirinya sempat bertekad mengabdikan dirinya pada seni lukis. Namun, pada saat berumur 22 tahun, Pamuk berhenti melukis dan mulai berlatih menulis novel.

4. Berasal dari keluarga bukan penulis

Agenda

Pamuk lahir di Istanbul pada tahun 1952. Tidak ada "darah penulis" di keluarga Pamuk. Sebagian besar anggota keluarga besar Pamuk berprofesi sebagai pengusaha, insinyur, atau pengacara. Bahkan ayahnya adalah seorang insiyur sukses yang membangun rel kereta api serta beberapa pabrik di Turki.

Latar belakang inilah yang membuat Pamuk sempat menuntut ilmu arsitektur di Universitas Teknik Istanbul. Namun, setelah tiga tahun belajar arsitektur, Pamuk memutuskan untuk berhenti. Ia kemudian pindah ke Institut Jurnalisme di Universitas Istanbul. Semenjak itulah, Pamuk merasa tertarik dengan dunia kepenulisan.

5. Novel pertamanyanya sempat tidak terbit

Iletisim

Meski lulus dari pendidikan jurnalis, Pamuk memutuskan untuk tidak menekuni pekerjaan jurnalis. Pada usia 23 tahun, Pamuk mulai berambisi menjadi seorang penulis novel. Selama lima tahun, Pamuk mengerjakan novel pertamanya "Karanl?k ve I??k" (Darkness and Light). Lewat novel pertamanya inilah, Pamuk berhasil memenangkan lomba novel pertamanya di Turki.

Meskipun berhasil keluar menjadi pemenang, Pamuk sempat tidak bisa menerbitkan novel pertamnya tersebut. Barulah pada tahun 1982, Pamuk bisa menerbitkan novelnya setelah menulis kembali dan mengganti judulnya menjadi "Cevdet Bey and Sons". Tidak hanya itu, setahun setelah terbit, "Cevdet Bey ve O?ullar?" (Mr. Cevdet Bey and His Sons) berhasil meraih salah satu penghargaan novel paling bergengsi di Turki, Orhan Kemal Novel Prize.

6. Dikenal sebagai penulis realis

Nobel Prize

Dalam biografinya, Pamuk mengaku karya-karyanya diilhami oleh kehidupannya sendiri. Setengah dari seluruh novel ciptaan Pamuk berkisah tentang kota Istanbul, dan sisanya tentang cerita 22 tahun kehidupannya. Bagi Pamuk, menulis novel adalah salah satu caranya mengekspresikan diri, dan mengenang berbagai memori krusial dalam kehidupannya.

7. Menikahi teman sekolahnya

Usai menerbitkan novel pertamanya, Pamuk menikahi teman sekolahnya sendiri, Aylin Türegün. Namun pada tahun 2002, kedua pasangan tersebut harus berpisah. Pamuk dan istrinya dikaruniai satu anak perempuan yang mempunyai nama mirip dengan salah satu tokoh pahlawan di novelnya, Rüya.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ramadan

Gerak Cepat, 5 Zodiak Paling Lahap saat Halal Bihalal Kantor

Ada zodiakmu nggak nih?

Image
Ramadan

5 Hal yang Dijamin Bikin Kamu Kangen Berat setelah Ramadan Usai

Yang nomor 5 pasti paling bikin rindu

Image
Ramadan

5 Menu Kuliner Khas Daerah Saat Rayakan Idulfitri

Tertarik mencoba?

Image
Ramadan

Warga Yaman Sambut Idulfitri di Tengah Kemiskinan dan Perang

Image
Ramadan

5 Momen Seru yang Cuma Bisa Kamu Temukan saat Hari Raya Idulfitri

Hanya pada saat Idulfitri, semua varian menu masakan terlezat dihidangkan di atas meja makan.

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Berbagi Berkah Ramadan, Satgas Yonif 755 Bagikan Sembako kepada Warga Asmat

"Pembagian sembako gratis ini merupakan wujud kepedulian kita (Satgas) kepada masyarakat di Kabupaten Asmat"

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Kumandang Takbir Menggema Seantero Biak Numfor

Hingga jam 20.00 WIT, keamanan di kota Biak sekitarnya kondusif.

Image
Ramadan
Lebaran 2019

Pedagang Mamin di Terminal Kp. Rambutan Kehilangan Omset Jutaan Rupiah

"Tahun lalu bus terlambat jadi banyak yang menginap, kalau sekarang bus lancar jadi jarang ada yang beli"

Image
Ramadan

Tak Perlu Beli, 4 Tips Agar Pakaian Lamamu Tampak Baru

Dijamin kamu tetap tampil 'baru'

Image
Ramadan
Mudik 2019

H-2 Lebaran, Jumlah Penumpang di Lebak Bulus Terus Menurun

"Karena banyak yang ikut mudik gratis dan ada yang menggunakan mobil pribadi ya"

terpopuler

  1. MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

  2. 5 Kebiasan Rasulullah Agar Hidup Lebih Sehat dan Jarang Sakit, Yuk Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  3. Kemurahan Allah bagi Hambanya yang Menyertakan Niat dalam Segala Kegiatan

  4. Airlangga Pastikan Pemerintah Tak Cabut PSBB dan Segera Terapkan New Normal

  5. 5 Fakta Menarik Jeon Mi-do, Aktris Teater yang Sukses Bintangi Drama Korea Hospital Playlist

  6. Es Teh hingga Daun Pisang! 5 Bisnis Murah sekaligus Mudah ini Bikin Cuan Makin Bergairah

  7. KPK Amankan Tiga Kendaraan Mewah saat Tangkap Nurhadi

  8. PDIP: Pemakzulan Presiden Cukup Sulit, Rasanya Seperti Mimpi di Siang Bolong

  9. Keteladanan Uwais Al-Qarni, Nama yang Tidak Terkenal di Bumi tapi Bergema di Langit

  10. Bukti Jogja Kota Pelajar, 8 Universitas Masuk 50 Besar, UGM Terbaik!

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah