News

Raker dengan Komisi I, KSAL Ungkap KRI Nanggala-402 Masih Layak Laksanakan Latihan

Setiap tahun dilaksanakan proses pemeliharaan tingkat menengah tingkat menengah di kotama hingga 2020


Raker dengan Komisi I, KSAL Ungkap KRI Nanggala-402 Masih Layak Laksanakan Latihan
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021). (Youtube DPR RI)

AKURAT.CO, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengungkapkan, jika pada saat ini riwayat pemeliharaan dan perbaikan kapal selam KRI Nanggala-402 pada tahun 2012 sudah menjalani perawatan overhaul di Korea Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

"Selanjutnya setiap tahun dilaksanakan proses pemeliharaan tingkat menengah tingkat menengah di kotama hingga 2020 melaksanakan pemeliharaan menengah Dikotama dan docking dan dalam rangka latihan 2021 dilakukan pemeliharaan tingkat menengah," terang KSAL Laksamana Yudo.

Dia menjelaskan, rapat latihan penembakan torpedo kapal selam merupakan latihan rutin yang bertujuan melatih kemampuan prajurit. Dengan demikian, dapat dikatakan KRI Nanggala-402 sudah sering dan terbiasa melaksanakan penembakan torpedo SUT, baik kepala perang maupun kepala latihan dengan berbagai sasaran, baik kapal permukaan maupun target latihan lainnya.

"Perlu kami laporkan bahwa riwayat KRI Nanggala mulai awal sampai akhir kemaren sudah melaksanakan latihan torpedo SUT, baik kepala perang maupun kepala latihan sudah 17 kali dan dua kali melaksanakan penembakan kepala perang dan mengenai sasaran dan sasaran tenggelam," ujarnya.

Selain itu, lanjut Laksamana Yudo, sasaran tenggelam dan juga latihan di laut Bali tersebut KRI Nanggala-402 juga pernah meninggalkan salah satu sasaran dan menggunakan torpedo kepala Parang. Dia memastikan, jika pelatihan yang dilaksanakan TNI-AL merupakan latihan yang bertingkat, bertahap dan berlanjut latihan Operasi Amfibi (peperangan), operasi gabungan, operasi pendaratan administrasi latihan pasukan mendarat pada 29 Maret hingga 12 April 2021.

"Latihan-latihan tersebut merupakan latihan lanjutan unsur-unsur satuan pada triwulan satu tahun 2021 seperti yang lalu kami laporkan bahwa komandan armada (kormada) satu telah melaksanakan pelatihan setingkat L3 di Laut Natuna dengan menembakkan rudal C-705 dan latihan pendaratan amfibi dan selanjutnya ini adalah giliran untuk kormada dua melaksanakan latihan yang sama dengan rencana menembakkan C-802 dan torpedo kepala perang," jelasnya.

Maka dari itu dirinya melihat jika dari sisi kesiapan latihan, KRI Nanggala-402 masih layak untuk melaksanakan latihan karena sudah diuji dan dalam tugas tempur tingkat satu maupun tingkat dua sebagai persyaratan untuk kapal-kapal, dilanjut pada latihan tingkat tiga yaitu tingkat latihan L3 terpadu antar satuan.

"Pelaksanaan penggabungan dilaksanakan untuk mengefektifkan waktu dan unsur-unsur yang dilibatkan, kemudian berikut adalah bentuk latihan TNI-AL dimana latihan TNI AL dilaksanakan dalam bentuk latihan matra, latihan gabungan latihan bersama, latihan terpadu dan pelatihan lain di luar yang sudah ditentukan ini," tandasnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co