News

Raker Dengan Kemenag, Selly Andriani Singgung Nasib Guru Inpassing dan PPPK

Kami VIII siap menyetujui anggaran yang disampaikan Gus Menteri


Raker Dengan Kemenag, Selly Andriani Singgung Nasib Guru Inpassing dan PPPK
Selly Andriani Gantina dalam rapat Komisi VIII DPR RI dan Kemenag(30/11/2021) (Youtube DPR RI)

AKURAT.CO - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriani Gantina menyampaikan persoalan guru yang mengajar di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama. Selly mengatakan bahwa dirinya banyak menerima aspirasi soal inpassing bagi guru yang sudah sertifikasi dan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Saya dibuat sedih pada saat mereka menyampaikan 'bagimana dengan nasib kami'," kata Selly dalam rapat kerja bersama Menteri Agama, Selasa (30/11/2021). 

"Ada isu-isu aktual lain yang menyangkut dengan Kementerian Agama yang harus menjadi sensitivitas Kementerian Agama salah satunya berkaitan dengan masalah inpassing dan masalah guru-guru PPPK. Kenapa itu tidak menjadi salah satu yang diajukan kepada  Komisi VIII?" tanya Selly. 

baca juga:

Politisi PDIP itu membandingkan dengan Komisi X yang serius mengajukan anggaran untuk guru. 

"Komisi X mereka sangat serius dan concern untuk mengajukan anggaran kaitan dengan guru-guru inpassing dan guru-guru PPPK. Kami (Komisi VIII) pada saat reses kemarin selalu dipertanyakan oleh guru-guru menyangkut tenaga-tenaga PPPK dan inpassing," tandasnya. 

Selly menambahkan bahwa pihaknya akan segera menyetujui berapapun anggaran yang akan diajukan Kemenag kaitannya dengan keperluan guru di bawah naungan Kemenag.

"Rasanya kalau Gus Menteri menyampikan kepada kami, kami siap untuk menyetujui anggaran apa yang disampaikan Gus Menteri kepada kita semua. Rasanya pimpinan dan anggota Komisi VIII akan menyetujui apa yang disampaikan oleh mitra kita terutama dari Kementerian Agama. Berapapun yang dinginkan Kementerian Agama kita akan setujui pada hari ini," pungkasnya. 

Untuk diketahui, inpassing adalah proses penyetaraan jabatan bagi guru bukan PNS (GBPNS) agar memiliki jabatan dan pangkat yang sama dengan guru PNS. Guru non PNS yang bisa mengajukan inpassing adalah guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Bagi guru non PNS yang belum memiliki sertifikat pendidik maka bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). 

Sebagaimana diketahui, saat ini jumlah guru madrasah yang masih berstatus honorer di bawah Kementerian Agama sebanyak 864.000 orang.  Sementara guru yang bersertifikasi dan sudah masuk kategori inpassing yang jumlahnya sekitar 250.000 orang.[]