Olahraga

Raih Perunggu, Timnas Basket Putri Indonesia Ukir Sejarah di Piala Asia 3x3

Raih Perunggu, Timnas Basket Putri Indonesia Ukir Sejarah di Piala Asia 3x3
Tim Nasional Bola Basket 3x3 Putri Indonesia melakukan selebrasi usai memastikan merebut peringkat tiga dalam ajang Piala Asia FIBA 3x3 2022 di Singapura. (Perbasi)

AKURAT.CO, Kabar gembira datang dari negeri tetangga, Singapura. Tim Nasional Bola Basket 3x3 Putri Indonesia sukses mencetak sejarah dengan berhasil merebut peringkat tiga Piala Asia FIBA 3x3 2022.

Keberhasilan Timnas Basket 3x3 Putri itu dipastikan setelah mereka meraih kemenangan 21-17 melawan Jepang dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga di Central Singapura pada Minggu (10/7) malam.

Bagi Indonesia, ini merupakan sebuah sejarah baru. Timnas Basket 3x3 Putri sebelumnya tak pernah meraih medali sejak ikut serta dalam Piala Asia FIBA 3x3 pada 2013 silam.

baca juga:

“Semua Puji Syukur kepada Yang Maha Kuasa. Kita bisa mencetak Sejarah bagi Indonesia di hari yang baik ini,” kata penanggung jawab Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia, Christopher Tanuwidjaja, dalam keterangan resminya.

“Kita semua masyarakat Basket Indonesia wajib bangga atas para wanita luar biasa ini yang selalu rendah hati, meski dengan segala kemampuan mereka yang luar biasa. Semua ini juga berkat para pelatih dan pemain yang tidak pernah berhenti bekerja keras, tidak pernah mengeluh.

Pelatih Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia, July Wong, mengaku sangat bangga bisa meraih prestasi ini. Dia menjelaskan bahwa hasil sejarah ini merupakan buah kerja keras dari para pemain.

“Kami sangat bangga bisa mengakhiri Piala Asia FIBA 3x3 2022 dengan menempati peringkat ketiga. Ini capaian yang luar biasa bagi Indonesia di kategori 3x3 Putri karena baru kali pertama finish di urutan tiga Asia,” kata July.

“Capaian ini berkat anak-anak yang tidak mau menyerah. Mereka tetap fight siapapun lawan yang dihadapi.”

Pencapaian Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia ini terasa semakin istimewa karena dalam perjuangannya merebut medali, mereka berhasil meruntuhkan dominasi tim-tim Asia Timur. 

Sebelum revans atas Jepang, tim yang diperkuat Kimberley Pierre-Louis, Agustin Elya Gradita Retong, Adelaide Callista Wongsohardjo, dan Dyah Lestari itu sempat menekuk Korea Selatan pada babak kualifikasi.

“Awalnya kami tetap kepikiran karena di fase awal kami satu grup dengan Korea Selatan dan Iran, yang belakangan membatalkan keikutsertaan di turnamen ini. Namun berkat semangat nothing to lose dari anak-anak, semua rintangan bisa diatasi. 

“Bahkan Korea yang sempat kami perhitungkan bisa kami kalahkan. Kemenangan atas Korea membuat kami lebih percaya diri sehingga kalah tipis 17-15 melawan Jepang pada 12 besar dan akhirnya bisa memenangi pertandingan saat perebutan peringkat ketiga. Semua ini berkat bermain lepas tanpa beban di setiap pertandingan.”[]