Tech

Raih Oversubscribed Pendanaan, Koltiva Kembangkan Dua Teknologi Baru

Kedua teknologi ini akan diintegrasikan dalam ekosistem teknologi yang ada di Koltiva.


Raih Oversubscribed Pendanaan, Koltiva Kembangkan Dua Teknologi Baru
KoltiPay merupakan platform teknologi finansial yang menyediakan transaksi pembayaran non-tunai, asuransi tanaman panen, dan pinjaman bagi para petani. (Dok. Koltiva )

AKURAT.CO Start-up teknologi yang berfokus pada rantai pasokan pertanian, Koltiva, mengumumkan keberhasilannya mendapatkan oversubscribed pendanaan dari investor Silverstrand Capital, bersama pendanaan tambahan dari investor saat ini, The Meloy Fund. 

Selain itu, Planet Rise, Development Finance Asia and Blue7 juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut. Pendanaan ini akan dimanfaatkan Koltiva untuk mempercepat pengembangan teknologinya dalam menghadirkan inovasi ketelusuran data.

Tidak hanya itu, perusahaan juga akan menyediakan pengetahuan dari para ahli agronomis untuk membantu petani dalam meningkatkan praktik pertanian serta pendapatan mereka. 

baca juga:

Selain itu, Koltiva juga mendukung perusahaan multinasional untuk menerapkan praktik pengadaan produksi yang bertanggung jawab.

Dua teknologi baru akan dikembangkan secara komersial pada putaran pendanaan kali ini. Teknologi pertama adalah KoltiPay, platform teknologi finansial yang tidak hanya menyediakan transaksi pembayaran non-tunai bagi para petani, tapi juga menyediakan asuransi tanaman panen dan pinjaman.

Teknologi kedua adalah KoltiTrade yang memungkinan petani untuk dapat membeli sarana produksi pertanian dan mendapat akses ke pasar yang lebih luas untuk menjual hasil panen mereka, yang akan membantu meningkatkan pendapatan petani.

Kedua teknologi ini akan diintegrasikan dalam ekosistem teknologi Koltiva, termasuk perangkat lunak ketelusuran dan manajemen pertanian (KoltiTrace), serta layanan pelatihan oleh agen lapangan melalui KoltiSkills.

Chief Executive Officer Koltiva, Manfred Borer mengatakan, pendanaan kali ini akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dalam lima tahun mendatang. Guna mendukung lima juta petani dan memastikan produksi yang bertanggung jawab, bebas dari deforestasi, konversi, eksploitasi, pelanggaran hak asasi manusia, dan pekerja anak.

"Koltiva memulai kegiatan operasionalnya di Indonesia melalui sektor produksi kakao dan hingga kini telah berkembang di 30 komoditas, termasuk kopi, kelapa sawit, karet, dan komoditas khusus. Baru-baru ini, Koltiva juga melakukan ekspansi ke climate solutions dan blue economy, termasuk rumput laut dan budidaya udang," ujar Manfred, dalam siaran pers, Kamis (22/9).

Hingga kini, perusahaan telah beroperasi di 27 negara dengan peluang pasar yang terus berkembang di lebih dari USD 20 Miliar.  Selain itu, perusahaan juga mengklaim telah  mendukung lebih dari 700,000 petani dalam skala global, meningkatkan penghasilan panen mereka hingga 70% dengan harga rata-rata komoditas mencapai 48%. 

"Kami percaya bahwa peluncuran teknologi baru ini akan meningkatkan kemampuan perusahaan secara signifikan dalam menaikkan pendapatan para petani, serta mempercepat dan mendiversifikasi pertumbuhan pendapatan Koltiva," ungkap Peter Kennedy, Chief Investment Officer, The Meloy Fund.

Menurut Peter, perusahaan menghasilkan ketertelusuran data melalui kombinasi teknologi dan sentuhan peran manusia dengan jaringan para ahli agronomis di lapangan. 

"Tim agronomis Koltiva menyediakan program peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis bagi para petani. Melalui kerjasama yang erat dengan produsen, Koltiva mampu membantu pelaku bisnis mendapatkan akses ke bahan baku yang diproduksi secara etis dan bertanggung jawab," tutup Peter.