News

Rahmad Handoyo Minta Semua Pihak Berpikir Positif Soal Vaksin Nusantara

Rahmad Handoyo mengajak semua eleman bangsa untuk mendukung, membantu, dan mendorong terwujudnya produksi vaksin COVID-19, Vaksin Nusantara.


Rahmad Handoyo Minta Semua Pihak Berpikir Positif Soal Vaksin Nusantara
Petugas kesehatan bersiap menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac ke pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengajak semua eleman bangsa untuk mendukung, membantu, dan mendorong terwujudnya produksi vaksin COVID-19, Vaksin Nusantara. 

Politisi PDI-Perjuangan itu berharap vaksin buatan dalam negeri secepatnya dapat menghentikan penyebaran pandemi COVID-19. 

"Saya mengajak semua pihak, terutama para stakeholder dan para pihak yang mengerti soal pervaksinan dan soal pengendalian COVID-19 untuk senantiasa berpikir positif, termasuk apa pun yang berkaitan dengan penelitian,” kata Rahmat dalam siaran persnya, Senin (22/2/2021). 

Rahmad menjelaskan, Vaksin Nusantara saat ini sudah masuk pada tahap uji klinis fase dua. “Penelitian ini melibatkan perguruan tinggi ternama dan sudah masuk dalam list WHO. Tentu kredibilitas seperti Undip, sudah pasti taruhanya bila penelitianyan tidak kredibel," paparnya. 

Selain itu, Rahmad mempertanyakan pihak-pihak yang tidak berkompeten di bidangnya memandang kehadiran Vaksin Nusantara dengan cara pikir negatif. 

"Soal yang menentukan apakah itu abu-abu, soal itu aman tidaknya Vaksin Nusantara bukanlah ranah akademisi.  Ada tugas negara lewat BPOM yang diamanahkan rakyat bertugas memutuskan layak dan tidaknya setelah menilai melalui uji klinis. BPOM yang menentukan, rakyat dan kita percaya BPOM tidak bisa didikte,” teramgnya. 

Untuk itu, Rahmad meminta kepada semua pihak sebaiknya menyerahkan sepenuhnya kepada institusi negara yang memang dibentuk untuk melakukan kajian dan memutuskannya. 

Ia bahkan mendesak jika ada pihak-pihak yang memiliki persoalan dengan para peneliti Vaksin Nusantara untuk tidak keluar dari substansi, lalu dibawa-bawa ke ranah publik. 

Menurutnya, berjuang bersama tidak harus menemukan vaksin. Namun, berjuang bisa dilakukan dengan membangun narasi yang menyejukkan masyarakat dan itu sudah dapat dikatakan bagian dari bentuk berjuang. 

"Jadi, bisa tidaknya efikasi (khasiat) serta aman tidaknya Vaksin Nusantara kita serahkan pada BPOM yang menilai dan memutuskan bila kita. Jangan belum-belum menghakimi Rahmad," tandasnya.[]