Olahraga

Raducanu: Saya tidak Merasakan Tekanan, Saya Baru 18 Tahun

Emma Raducanu menjadi petenis Inggris pertama yang memenangi grand slam sejak Virginia Wade di Wimbledon 1977.


Raducanu: Saya tidak Merasakan Tekanan, Saya Baru 18 Tahun
Emma Raducanu,ketika berfoto bersama penonton muda usai salah satu pertandingannya di AS Terbuka, pekan ini. (TWITTER/Emma Raducanu)

AKURAT.CO, Petenis asal Inggris, Emma Raducanu, mengatakan bahwa usianya yang masih 18 tahun membuatnya tidak terlalu merasa tertekan di Amerika Serikat Terbuka 2021. Tak pelak, hal tersebut membawanya ke podium utama dengan mengalahkan petenis berusia 19 tahun asal Kanada, Leylah Fernandez, di final.

“Bagi saya, saya tidak benar-benar merasakan tekanan. Saya baru 18 tahun dan saya hanya melakukan ayunan bebas terhadap apapun yang datang,” kata Raducanu usai pertandingan di Stadion Arthur Ashe, New York, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) atau Minggu dini hari WIB, sebagaimana dipetik dari BBC.

“Begitulah bagaimana saya menghadapi setiap pertandingan di Amerika. Yeah, itu memberikan saya trofi, jadi saya tidak perlu berpikir harus mengubah apapun.”

Perjalanan Raducanu untuk mencapai gelar juara di AS agak berbeda dengan kebanyakan juara lainnya karena ia memulai dari babak kualifikasi. Situasi ini dengan sendirinya membuat Raducanu memainkan sepuluh laga atau lebih banyak dari petenis yang memulai langsung dari babak utama.

Dalam perjalanannya, Raducanu juga tidak kehilangan satu set pun atau selalu memenangi pertandingan melalui laga dua set. Sebelum ke final, ia di antaranya mengalahkan juara Olimpiade Tokyo 2020, Belinda Bencic, dan  jagoan asal Yunani, Maria Sakkari.

Raducanu juga menjadi petenis Inggris pertama yang memenangi grand slam selama 44 tahun sejak Virginia Wade di Wimbledon 1977. Wade sendiri datang secara langsung menyaksikan pertandingan dan memberikan selamat untuk Raducanu di akhir pertandingan.

“Ini menunjukkan bahwa masa depan tenis putri dan kedalaman pertandingan sangat hebat–setiap pemain di bagan undian punya target menang di turnamen manapun,” kata Raducanu.

“Saya berharap generasi berikut bisa mengikuti jejak beberapa legenda, contohnya Billie Jean (King) di sini.”

Di usianya yang masih belia, Raducanu mengatakan bahwa ia selalu memiliki visi untuk merebut kemenangan. Visi tersebut sudah dipegangnya sejak ia memulai tenis di usia kanak-kanak.

“Pertama saya memulai (tenis) ketika saya masih kecil, tetapi menurut saya hal terbesar adalah Anda memiliki visi tentang memenangi momen, dan merayakannya bersama tim Anda, berusaha untuk mencari cara sendiri di dalam lapangan,” kata Raducanu.[]