Lifestyle

Raditya Dika Terpikir Menujuk Wali untuk Anaknya, Ini Cara Menujuk Wali

Kecelakaan yang menewaskan pasangan selebriti Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah membuat Raditya Dika terpikir untuk menunjuk wali untuk anak


Raditya Dika Terpikir Menujuk Wali untuk Anaknya, Ini Cara Menujuk Wali
Raditya Dika di Podcast Deddy Corbuzier (YouTube)

AKURAT.CO, Kecelakaan yang menewaskan pasangan selebriti Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah membuat Raditya Dika dan Deddy Crbiuzier menyadari tidak hanya penting menyiapkan dana untuk masa depan anak, tapi juga pentingnya menunjuk seorang wali untuk anak-anaknya. 

Meskipun dana untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya di masa depan, sudah terjamin dan disiapkan jauh-jauh hari, tapi kematian tidak pernah ada yang tahu. 

"Kita serius nih, kejadian Vanessa Angel kemarin anaknya masih hidup, ini adalah kesialan yang bisa terjadi pada siapapun," ucap Deddy Corbuzier kepada Raditya Dika di podcast Deddy Corbuzier, dikutip pada Kamis (02/12).

Rupanya kekhawatiran itu juga muncul di pikiran istri dari Raditya Dika yakni Anissa Aziza, yang sempat ikut terpukul mendengar kabar kematian Vanessa.  

Seperti diketahui, pasangan Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah meninggalkan seorang anak yang masih berusia satu tahun, Gala Sky.  

"Karena itu, Anissa mikir 'kalau suatu saat kita cabut gimana', dia juga sempat berpikir bagaimana kalau udah tua. Gue sama Anissa beda 9 tahun," kata Raditya Dika.

Walaupun Radit mengaku belum terpikirkan soal wali bagi anak-anaknya saat ini, tapi Radit menyadari hal itu ternyata penting untuk dipikirkan, disamping mempersiapkan dana. 

Apalagi ketika anak mereka masih berusia di bawah 18 tahun, tentu saja tidak bisa mengelola atau bahkan mengambil uang sendiri ke bank yang merupkan hasil yang dikumpulkan oleh orang tuanya. 

"Kalau itu kan dana, semua udah ada, udah beres. Nah mungkin yang paling bener step planning (sola perwalian)," kata Raditya Dika. 

"Mungkin ke notaris atau pengacara, aku enggak ngerti juga sih. Karena mereka (anak-anak) belum bisa pegang uangnya," sambung Radit. 

Persoalan serupa juga diceritakan Deddy Corbuzier, ketika beberapa bulan lalu sempat mengalami badai sitokin yang hampir merenggut nyawanya. 

"Karena pada saat gue sakit kemarin, yang gue pikirkan anak gue masih usia 15 tahun, gimana cara dia megangnya?" imbuh Deddy. 

Menurut Deddy, perwalian memang perlu dipikirkan, terlepas dari dana yang sudah dipersiapkan untuk menjamin masa depan anak. 

"Harus mikirin, karena meskipun kamu bilang pada wali, bisakah kamu mempercayai walinya? Siapapun itu ya, gue enggak mengatakan siapapun ya, kan kita enggak pernah tahu juga," lanjut Deddy. 

Kematian Vanessa Angel menyadarkan mereka, kematian bisa terjadi kapanpun, sehingga melakukan perencanaan untuk masa depan anak sangat diperlukan, termasuk perwalian anak.

Pemerintah sebenarnya sudah memiliki aturan bagaimana menunjuk bahkan menetapkan wali bagi anak melalui Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2019 tentang Syarat dan Tata Cara Penunjukan Wali, yang  ditetapkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 26 April 2019.

Ruang lingkup pengaturan pemerintah ini meliputi pengaturan mengenai syarat penunjukan Wali, tata cara penunjukan Wali, berakhirnya Wali, bimbingan dan pengawasan perwalian Anak, serta pelaporan dan dokumentasi.

Berdasarkan pasal 3 bab II dari PP 29 Tahun 2019, seseorang dapat ditunjuk sebagai Wali karena Orang Tua tidak ada atau sudah meninggal, Orang Tua tidak diketahui keberadaannya atau Orang Tua tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya. 

Masih dari pasal sama, seseorang bisa menjadi wali, jika berasal dari keluarga anak, saudara, orang lain yang dikenal oleh anak dan orang tua, atau badan hukum yang harus memenuhi syarat penunjukan Wali dan melalui penetapan Pengadilan.

Seseorang yang ditunjuk menjadi Wali diutamakan merupakan keluarga anak sedarah, dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga misalkan  seperti kakak kandung yang sudah dewasa atau berusia diatas 18 tahun.

Apabila anak tidak memilik keluarga anak atau kakak kandung / keluarga anak tidak bersedia, atau keluarga anak tidak memenuhi persyaratan, maka dapat ditunjuk Saudara seperti kakek-nenek atau paman-bibi yang dikenal oleh anak.

Apabila keluarga anak dan saudara tidak ada, tidak bersedia, tidak diketahui keberadaannya, atau tidak memenuhi persyaratan, dapat ditunjuk orang lain atau badan hukum. 

Orang dewasa yang menjadi wali seperti saudara, keluarga anak dan orang lain harus mampu secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan anak. Serta wali aharus membuat pernyataan tertulis tidak melakukan kekerasan, eksploitasi, penelantaran. Dan surat pernyataan tidak melakukan penerapan hukuman fisik dengan alasan apapun, termasuk untuk penegakan disiplin terhadap Anak

Apabila anak belum bisa mengatakan atau memberi pendapat bagaimana kedekatan dengan saudara atau orang lain yang akan menjadi walinya atau mengatakan bersedia di asuh oleh saudar atau orang lain, maka pernyataan anak tersebut akan difasilitasi oleh ahli atau lembaga yang ditunjuk, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk orang tua, permohonan penunjukan wali diajukan bersamaan dengan permohonan pencabutan kuasa asuh. Permohonan penunjukan Wali dan permohonan pencabutan kuasa asuh yang telah diterima oleh Pengadilan ditetapkan melalui persidangan. Seseorang atau badan hukum dinyatakan bisa menjadi wali, setelah mendapatkan penetapan dari Pengadilan.

Orang tua juga bisa menunjuk wali untuk anaknya, melalui surat wasiat atau dengan lisan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penunjukan wali berdasarkan wasiat Orang Tua, dilakukan melalui penetapan Pengadilan terlebih dahulu.

Sementara itu, perwalian berakhir apabila nak telah berusia 18 tahun, anak meninggal dunia, wali meninggal dunia atau wali yang badan hukum bubar atau pailit.

PP 29 Tahun 2019 juga mengatur bagaimana perwalian bisa dicabut, yakni wali dapat berakhir karena kekuasaan wali dicabut berdasarkan penetapan/putusan Pengadilan.

Penetapan ini dikarenakan wali melalaikan kewajiban sebagai wali yang sesungguhnya, tidak cakap melakukan perbuatan hukum sesuai dengan keputusan pengadilan, menyalahgunakan kewenangan sebagai Wali, melakukan tindak kekerasan terhadap anak yang ada dalam pengasuhannya, Orang Tua dianggap telah mampu untuk melaksanakan kewajiban.

Melihat kematian Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah dan pemikiran Raditya Dika dan Deddy Corbuzier, orang tua juga harus menyiapkan calon wali atau wali untuk anak nanti selain dana atau asuransi kematian, karena bisa jadia anak belum dewasa untuk mencairkan dana atau asuransi yang dikumpulkan oleh orang tua untuk masa depan anak.[]