News

Rachmat Yasin Diduga Terlibat Kasus Ade Yasin

Rachmat Yasin bakal diperiksa KPK di Lapas Sukamiskin.


Rachmat Yasin Diduga Terlibat Kasus Ade Yasin
Tersangka Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/5/2022). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan Rachmat Yasin atas dugaan suap Bupati Kabupaten Bogor nonaktif Ade Yasin atas laporan hasil audit pemeriksaan tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, dugaan tadi akan didalami lewat pemeriksaan Rachmat di Lapas Sukamiskin, Bandung. 

"Rachmat Yasin (mantan Bupati Bogor), bersedia untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik," ucap Ali dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).

baca juga:

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya pembahasan bersama antara saksi (Rachmat Yasin) dengan Tsk AY (Ade Yasin) dalam persiapan untuk mengondisikan laporan hasil audit pemeriksaan Tim Audior BPK Perwakilan Jawa Barat," tambahnya.

Ali juga menyampaikan tim penyidik hingga kini masih terus mengusut dan mendalami kasus tersebut lewat pemeriksaan sejumlah saksi untuk melengkapi informasi beserta bukti perkara.

Kata Ali, kasus tersebut dapat menjadi lebih terang dan jelas dengan penggalian informasi dari saksi maupun tersangka.

KPK sebelumnya telah menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2021.

Bersama Ade, lembaga antirasuah juga menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam kasus tersebut, empat tersangka yang merupakan pemberi suap yakni Bupati Bogor Ade Yasin; Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPK AD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah; PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Kemudian empat tersangka lainnya yang diduga menerima suap yakni Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat selaku Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. []