News

Rachland: Organisasi Apapun Kini Bisa Dibubarkan Bila Tak Sesuai Selera Penguasa

Pembubaran FPI bisa menjadi ancaman untuk organisasi lain yang bertentangan dengan rezim.


Rachland: Organisasi Apapun Kini Bisa Dibubarkan Bila Tak Sesuai Selera Penguasa
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) bisa menjadi ancaman organisasi lain yang bertentangan dengan rezim. Dia menilai cara pemerintah membubarkan FPI membayakan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat.

"Cara pemerintah menggebuk FPI membahayakan hak konstitusional semua warga negara," kata Rachland Nashidik di akun Twitter @RachlanNashidik pada Kamis (31/12/2020). 

Selain itu, Rachland menyebut Jokowi dalam membubarkan FPI seakan berdasarkan keputusan sendiri, tidak melalui proses hukum.

"Pemerintahan Jokowi mengambil ke tangannya sendiri kewenangan hakim untuk mengadili dan memutuskan," katanya.

"Setelah FPI, organisasi apapun kini bisa dibubarkan dan dilarang bila tak sesuai selera penguasa," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan pemerintah menghentikan kegiatan dan aktivitas FPI dalam bentuk apapun.

"Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang akan dilakukan karena FPI tak lagi mempunyai 'legal standing' baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa," kata Mahfud saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Dia mengatakan, FPI sejak 20 Juni 2019 secara de jure telah bubar sebagai ormas, namun sebagai organisasi FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan, "sweeping" secara sepihak, provokasi dan lainnya.

Mahfud menyebut berdasarkan peraturan perundang-undangan dan sesuai putusan MK, tertanggal 23 Desember 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan FPI.[]

Arief Munandar

https://akurat.co