Rahmah

Quraish Shihab: Begini Bahaya Menafkahi Anak Istri dengan Harta Hasil Korupsi

Quraish Shihab: Begini Bahaya Menafkahi Anak Istri dengan Harta Hasil Korupsi
Quraish Shihab (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Akun Facebook Narasi TV pada 08 Oktober 2017 mengunggah salah satu video pendek diskusi Quraish Shihab dengan Najwa Shihab dalam acara Shihab dan Shihab. Dalam kesempatan itu Quraish, menjelaskan pertanyaan netizen soal harta yang diberikan kepada istri dan anak namun itu hasil korupsi.

Menurut beliau, setiap harta yang masuk ke perut seseorang dan menjadi daging, maka tidak lain tempatnya kecuali di neraka. Harta hasil korupsi akan berdampak pada perangai buruk seorang anak. Sebingga patut dijauhi jangan sampai memberi makanan haram.
Suatu hari kata beliau, ada seorang ibu yang bagus bagi anaknya. Dia selalu melakukan e hal. Pertama, meminta agar anaknya jangan sampai memakan makanan yang haram. Kedua, selalu mendoakan bahwa anaknya selalu dalam bantuan Allah. Dan ketiga, tidak menuntut anaknya untuk mendapat prestasi, tetapi yang paling penting adalah sungguh-sungguh belajar.
Beliau juga menyebut, jika seorang istri dan anak tidak mengetahui bahwa uang yang dimakan adalah hasil korupsi maka tidak mengapa. Sebab Tuhan tidak menghukumi yang seseorang tidak mengetahuinya. Oleh sebab demikian Istri dan anak memiliki peran untuk mencegah ayahnya agar jangan sampai melakukan korupsi.
Dalam video pendek itu pendiri Pusat Studi Qur'an ini juga memberi jawaban penting soal bagaimana jika ada bos yang korupsi tapi dia selalu memberi kebaikan pada kita, dia selalu membantu kita dalam dunia kerja?
Beliau menjawab agar kita melaporkan perilakunya. Demikian merupakan balasan yang harus dilakukan. Jangan justru diam dan tidak melaporkan, itu sama saja dengan membiarkannya tenggelam dalam keburukan.
Itulah pesan menyejukkan Quraish Shihab soal korupsi. Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme, serta dijauhkan dari gangguan-gangguan harta haram. Amin.[]

baca juga:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu