Ekonomi

QRIS: Teknologi Praktis, Dagang Makin Laris

Ekonomi Indonesia saat ini semakin terdigitalisasi


QRIS: Teknologi Praktis, Dagang Makin Laris
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun (AKURAT. CO)

AKURAT.CO  Ekonomi Indonesia saat ini semakin terdigitalisasi. Bahkan 41,9 persen transaksi ekonomi digital di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Pada tahun 2020 saja, angkanya menyentuh US$ 44 miliar atau setara dengan Rp660 triliun (asumsi kurs Rp14.340 per US dolar).

Kabar gembira ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam US-Indonesia Investment Summit, Senin 13 Desember lalu. Secara total ekonomi digital di Asia Tenggara mencapai nilai US$105 miliar pada tahun 2020. Menyusul Indonesia, adalah Thailand dengan nilai ekonomi digital sebesar US$18 miliar.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun pun mengungkapkan mengapa ekonomi Indonesia yang semakin terdigitalisasi ini menjadi kabar gembira? Karena itu artinya masyarakat Indonesia semakin siap menghadapi masa depan. Masa depan peradaban manusia akan sangat akrab dengan teknologi. Ini menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi sebagian pekerja yang posisinya rawan digantikan teknologi. Contoh sederhana dapat kita lihat di gerbang tol.

Betapa digantikannya pembayaran tol dengan e-toll atau e-money membuat antrean tol menjadi lebih cepat dan lebih efisien. Namun sekaligus menghilangkan pekerjaan penjaga tol.

" Presiden Jokowi juga mengangkat wacana mengganti sebagian fungsi ASN dengan AI (artificial intelligence/ robot) untuk membangun kecepatan, perubahan, budaya kerja yang baik dan kultur yang baru. Pemerintah akan semakin intensif menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kepada publik, " ujar Misbakhun, Kamis (16/12/2021). 

Jumlah ASN tidak akan gemuk dan akan dikurangi secara bertahap. Semua perubahan ini begitu nyata dan terus terjadi di sekitar kita.

Dalam keseharian kita, juga banyak terjadi perubahan yang menunjukkan semakin akrabnya kita dengan teknologi. Dulu orang akan putar balik, kembali ke rumah kalau dompetnya ketinggalan. Sekarang itu akan terjadi kalau handphone yang ketinggalan.

Orang jaman sekarang bisa berhari-hari menjalankan fungsi hidupnya secara normal tanpa harus memegang uang tunai. Karena saat ini di handphone-nya sudah tersedia e-wallet atau dompet elektronik.

Dihadirkannya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Bank Indonesia menjadikan dompet elektronik tersebut menjadi semakin efisien. Sebelum adanya QRIS tiap-tiap aplikasi pembayaran digital di Indonesia memiliki QR Code-nya sendiri.