News

Qodari Tenar Gegara Dukung Jokowi Tiga Periode, Politisi Demokrat Langsung Beri Kritik Menohok

Nama Ketua Dewan Pembina Komunitas Jokpro2024 M. Qodari trending topik setelah menduetkan Joko Widodo (Jokowi) - Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 


Qodari Tenar Gegara Dukung Jokowi Tiga Periode, Politisi Demokrat Langsung Beri Kritik Menohok
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari

AKURAT.CO, Nama Ketua Dewan Pembina Komunitas Jokpro2024 M. Qodari trending topik setelah menduetkan Joko Widodo (Jokowi) - Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

Menyoroti itu, politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana menduga isu Jokowi tiga periode hanya pengalihan isu.

"Isu Jokowi 3 periode itu selain inskonstitusional, juga pengalihan isu aja. Yang berkembang di MPR itu sekarang penambahan masa bakti presiden dan wapres hingga 2027. Pemilu 2024 mau ditiadakan karena alasan covid. Jangan terkecoh," tulis Panca sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @panca66 pada Sabtu (19/6/2021).

Selain Panca, banyak warganet menilai tujuan Qodari menduetkan Jokowi-Prabowo memiliki maksud tertentu.

"Kalo saya perhatiin si Qodari ini ada maksud tertentu, tujuan utama bukan Jokowi 3periode tapi ngumpulin para pendukung setelah signifikan dan banyak maka si Qodari ini akan mengarahkan dukungan ke orang yang mau bayar ke dia!" kata akun @DNsyah3.

Ada juga netizen yang meminta Qodari segera dijerat hukum.

"Tangkap Qodari ...bawa keranah hukum jerat dg pasal pelanggaran konstitusional...#TangkapQodari," kata @Fitri28874398.

Pengguna akun @SugiKawuloAlit justru menyindir langkah Qodari.

"Terserah elu Qodari, atur sendiri sama elu. Bila perlu sekalian elu kasih usulan jokowi jadi presiden seumur hidup, kan sapa tau nanti elu dapat jatah komisaris juga Qodari," kata Sugi dengan emoji tertawa.

"Mau-maunya Pak Prabowo disetir Qodari, jadi wapres lagi. cc @Gerindra @prabowo," tulis @PrimaPerdana5.

Namun, akun @mjpty58 menilai bahwa maksud Qodari itu baik, agar cebong dan kadrun bersatu tidak terbelah seperti sekarang ini. 

"Kalau PDIP dan Gerindra tarung pasti dimanfaatkan kadrun jenggotan. Masalah negara nggak selesai-selesai. Negara lain sudah terbang ke planet lain. Ini masih mikiran bid'ah, kafir," ujar @mjpty58.

Sebagaimana diketahui, upaya mengusung kembali Presiden Jokowi kembali berkuasa tiga periode pada 2024 mendatang dianggap bukan sesuatu yang tabu. Amandemen konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali dinilai bisa diubah.

Ketua Dewan Pembina Komunitas Jokpro2024 M. Qodari menuturkan, di Indonesia amandemen UUD sudah dilakukan tiga kali. Apalagi amandemen yang terkait Pencapresan untuk kali ketiga Jokowi hanya pada pasal tertentu. Tidak menyeluruh. 

"UUD itu sangat biasa diamandemen. Di Indonesia sudah 3 kali, di Amerika lebih dari 25 kali. Jadi, amandemen juga ada aturannya di UUD. Itu bukan barang haram. Bukan tidak boleh. Ada aturannya. Sepanjang (aturannya) dipenuhi, bisa itu," ujar Qodari usai syukuran pembentukan Seknas Jokpro2024, Sabtu (19/6/2021). []