News

PWNU DIY: Sepintas Ada Unsur Judi dan Eksploitasi di Permainan Capit Boneka

PWNU DIY: Sepintas Ada Unsur Judi dan Eksploitasi di Permainan Capit Boneka
Ilustrasi permainan capit boneka (thesmartlocal.com)

AKURAT.CO Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai ada unsur maysir atau judi dalam tiap permainan capit boneka.

"Meski saya belum jelas sekali dengan permainan itu, sepintas saya melihat ada gambling (spekulasi) di situ," kata Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, K.H. Dr. Ahmad Zuhdi Muhdlor via WhatsApp, Selasa (22/9/2022).

"Demikian juga ada eksploitasi karena tanpa bersusah payah, salah satu pihak akan mengeruk uang lawan mainnya," sambung dia.

baca juga:

Ahmad berujar permainan ini haram dimainkan apabila unsur judi terkandung di dalamnya. Meski demikian, PWNU perlu mengkaji lebih jauh untuk membuktikannya.

"Sebagai imbauan agar hindari permainan-permainan yang mengandung gambling dan eksploitasi tadi. Apalagi ditambah unsur tadlis atau penipuan," tandasnya.

Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo menyatakan hukum permainan capit boneka haram lantaran mengandung unsur perjudian.

"Hukum permainan capit boneka sebagaimana dalam deskripsi hukumnya tidak diperbolehkan atau haram karena mengandung unsur perjudian, sehingga hukum menyediakannya pun juga haram," sebagaimana dikutip dari website NU Jateng, Kamis (22/9/2022).

Menurut PCNU Purworejo, maksud dari unsur perjudian itu adalah penyerahan harta sebagai perbandingan suatu kemanfaatan yang akan diterima. Akan tetapi, hasilnya dapat berhasil dan gagal.

Lanjutnya, praktik itu tak bisa diarahkan kepada sewa-menyewa. Pasalnya, manakala telah mengetahui dirinya akan gagal, pemain tak bakal mengikuti permainan tersebut.[]