News

Putus Hubungan dengan Taiwan demi China, Kepulauan Solomon Dilanda Demonstrasi Rusuh

Aksi protes ini telah digelar selama 2 hari berturut-turut, meski diberlakukan lockdown 36 jam di ibu kota Honiara.


Putus Hubungan dengan Taiwan demi China, Kepulauan Solomon Dilanda Demonstrasi Rusuh
Kepulauan Solomon dilanda demonstrasi massa yang berujung kerusuhan selama 2 hari berturut-turut, meski telah diberlakukan lockdown 36 jam. (Foto: CNN) ()

AKURAT.CO Ribuan orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi di Kepulauan Solomon pada Kamis (25/11). Aksi protes ini telah digelar selama 2 hari berturut-turut, meski diberlakukan lockdown 36 jam di ibu kota Honiara.

Dilansir dari CNN, para demonstran dari Malaita, pulau terpadat di negara itu, pergi ke ibu kota untuk memprotes sejumlah masalah dalam negeri, termasuk janji infrastruktur yang belum terealisasi. Mereka juga menuntut Perdana Menteri Manasseh Sogavare mengundurkan diri.

Selain karena kurangnya pembangunan, pemerintah Solomon dikecam atas keputusan pada tahun 2019 untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan dan membangun hubungan formal dengan China.

Menurut Pasukan Kepolisian Kepulauan Solomon (RSIPF), 2.000-3.000 demonstran turun ke jalan pada Kamis (25/11). Beberapa di antaranya membakar gedung dan menjarah toko di bagian timur Honiara. Sebanyak 36 orang pun telah ditangkap.

Aksi protes ini meletus pada Rabu (24/11) atas kurangnya tanggapan perdana menteri terhadap petisi warga yang diajukan pada bulan Agustus. Petisi itu mencakup tuntutan kepada pemerintah untuk menghormati hak otonomi Malaita, membatasi hubungan dengan China, dan untuk melanjutkan proyek pembangunan di Malaita.

Polisi sebelumnya telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa. Sementara itu, Sogavare mengumumkan lockdown dalam pidato yang disiarkan pada Rabu (24/11).

"Bangsa kita menyaksikan peristiwa menyedihkan dan merugikan lainnya untuk menjatuhkan pemerintah yang terpilih secara demokratis. Jujur, saya kira kita telah melewati masa terkelam dalam sejarah negara kita. Namun, peristiwa hari ini adalah pengingat yang menyakitkan bahwa kita masih harus menempuh jalan yang panjang," tuturnya dalam pidato tersebut.

Lockdown di Honiara ini akan berlangsung hingga Jumat (26/11) jam 7 pagi.

"Dengan begitu, lembaga penegak hukum dapat menyelidiki lebih dalam para pelaku insiden hari ini dan untuk mencegah perusakan lebih lanjut," sambungnya.

Selain menjarah pertokoan, para demonstran membakar gedung beratap jerami di halaman Parlemen dan sebuah kantor polisi.

RSIPF pun mendesak para mahasiswa dan pelaku bisnis di sekitar Honiara agar tinggal di rumah saja supaya tak terpengaruh oleh kerusuhan.

"Kami ingin memastikan kalau jalanan, kampus, dan bisnis akan segera dibuka kembali setelah lockdown. Saya meminta kerja samanya hingga situasinya normal," imbau Wakil Komisaris RSIPF Juanita Matanga.[]