Entertainment

Putra Sulungnya Diejek Supporter Bola, Nagita Slavina : Itu Salah Satu Bullying

Putra Sulungnya Diejek Supporter Bola, Nagita Slavina : Itu Salah Satu Bullying
Rafathar dan Nagita Slavina (Instagram/raffinagita1717)

AKURAT.CO, Menjadi seorang Ibu membuat Nagita Slavina harus selalu dapat menjaga anggota keluarganya yang lain, terutama seorang anak. Seperti belakangan ini, putra sulungnya, Rafathar Malik Ahmad yang diejek oleh para supporter sepak bola Persija Jakarta saat tim RANS Nusantara menelan kekalahan.

Menurutnya, ejekan yang dilontarkan oleh ratusan hingga ribuan supporter tersebut tidak pantas untuk dilakukan, terlebih mengingat Rafathar tak ada kaitannya dengan hal itu.

Putra Sulungnya Diejek Supporter Bola, Nagita Slavina : Itu Salah Satu Bullying - Foto 1
Nagita Slavina pasang badan terkait para supporter bola yang meneriaki nama Rafathar Malik Ahmad saat RANS Nusantara mengalami kekalahan. (Youtube/TS Media).

"Aku tahu, terus aku mikir ini kok makin lama makin enggak lucu nih, banyak beritanya. Tindakan preventif yang bisa kulakuin akhirnya aku kasih tahu dia (Rafathar) daripada dia tahu dari orang," ujar Nagita Slavina dikutip dari kanal youtube TS Media, Senin (8/8).

baca juga:

Istri Raffi Ahmad itu membenarkan bahwa sang anak saat itu menangis mengetahui namanya diejek oleh para supporter.

"Nangis, sedih (Rafathar) cuma daripada suatu hari dia pengin nonton kan terus baru tahu gitu, takutnya dia malah drop," tuturnya.

Perempuan bernama asli Nagita Slavina Mariana Tengker itu juga tak bisa langsung meluapkan emosinya kepada para supporter yang mengejak putranya. Menurutnya, para supporter tak mengetahui bahwa tindakannya tersebut merupakan salah satu sikap bullying.

"Mungkin mereka belum tahu, bahkan banyak orang yang melakukan itu (bully) tanpa sadar sebenarnya. Dan itu punya dampak besar untuk orang lain," katanya.

"Bingung juga kalau mau marah, kayak mau marah sama angin kan. Memberikan pengertian, aku juga bingung sih," sambungnya.

Ibu dua anak itu kini hanya bisa mencoba untuk memberikan pengertian kepada Rafathar. Baginya, ia tak bisa mengontrol sikap orang lain.

"Aku sih mencoba kasih tahu dia (Rafathar) kalau semua orang enggak selalu suka sama kita, walaupun dia merasakan sebal atau kesal ya enggak apa-apa. Selama kita enggak jahatin orang," jelasnya.

"Kalaupun dia ngerasa sebal, ya, enggak apa-apa. Selama kita enggak jahatin orang, ya, enggak apa-apa. Kesal itu enggak apa-apa, kok. Sedih itu enggak apa-apa," tandasnya.