Entertainment

Putra Siregar Keberatan dengan Saksi yang Dihadirkan JPU

Putra Siregar dan Rico Valentino dilaporkan Nur Alamsyah atas dugaan kasus pengeroyokan.


Putra Siregar Keberatan dengan Saksi yang Dihadirkan JPU
Putra Siregar dan Rico Valentino (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Putra Siregar dan Rico Valentino kembali jalani sidang kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan oleh Nur Alamsyah.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, (30/6) itu beragendakan saksi dan pembuktian. Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum berjumlah 3 orang.

Diantara tiga orang saksi yang dihadirkan, Saputra Aditya yang bekerja sebagai pengawal Nur Alamsyah mengatakan bahwa Putra Siregar dan Rico Valentino diduga lakukan pemukulan berkali-kali terhadap Nur Alamsyah.

baca juga:

"Ada dua orang pria pakai baju hitam dan putih melakukan pemukulan berkali-kali ke dada dan wajah Nur Alamsyah," ujar Saputra dalam kesaksiannya.

"Saya belum tahu mereka siapa, setelahnya itu baru tahu nama mereka (Rico Valentino dan Putra Siregar)," sambungnya.

Putra Siregar yang hadir secara virtual itu membantah kesaksian dari Saputra Aditya.

"Sedikit keberatan yang mulia, saya tidak datang bareng (Rico Valentino), perihal datang bersamaan bersama Rico dan memukul salah," ucap Putra Siregar.

"Saya datang melerai, saya tidak memukul banyak, karena kalau banyak visumnya enggak mungkin cuma lebam di bibir," lanjut Putra Siregar.

Seperti diketahui, polisi menangkap dan menahan bos PS Store Putra Siregar dan pesohor Rico Valentino terkait kasus pengeroyokan terhadap salah satu warga berinisial N di sebuah kafe wilayah Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi di salah satu kafe kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada 2 Maret 2022.

"Saat peristiwa terjadi kedua tersangka tengah berada dalam kondisi minum dan peristiwa ini dipicu karena ada salah satu kawan perempuan di kelompok RV dan PS mendatangi meja korban. Entah apa yang dibicarakan ini masih dalam proses penyelidikan," kata Budhi saat konferensi pers, Rabu (13/4).

Atas perbuatannya Putra Siregar dan Rico Valentino didakwa dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP juncto Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pada sidang sebelumnya, Putra Siregar dan Rico Valentino tidak mengajukan eksepsi.[]