News

Putin Pecat Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Angkat 'Penjagal Mariupol' sebagai Gantinya

Putin Pecat Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Angkat 'Penjagal Mariupol' sebagai Gantinya
Jenderal Dmitry Bulgakov dipandang sebelah mata oleh Rusia dalam beberapa bulan terakhir setelah kacaunya operasi logistik militer mereka dalam perang di Ukraina. (BBC)

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin telah memecat jenderal yang ditugasi mengelola operasi logistik militernya yang karut-marut di Ukraina.

Dilansir dari BBC, Jenderal Dmitry Bulgakov, seorang wakil menteri pertahanan, dicopot dari perannya pada Sabtu (24/9). Menurut Kementerian Pertahanan di Telegram, pria 67 tahun itu 'dibebaskan' untuk dipindahkan ke peran yang baru. Ia akan digantikan oleh Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev yang menangani pengepungan brutal Rusia di kota pelabuhan Mariupol.

Bulgakov telah menjalankan operasi logistik militer sejak 2008. Ia juga bertanggung jawab untuk menjaga pasokan pasukan Rusia setelah pengerahan mereka ke Suriah pada 2015.

baca juga:

Namun, menurut para pengamat, ia dipandang sebelah mata oleh Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Banyak yang menyalahkannya atas kacaunya operasi logistik yang kemudian menghambat gerak maju Rusia. Negara itu juga mengamati pasukan mereka kekurangan pasokan.

Sementara itu, tokoh-tokoh properang di Rusia menyambut baik pemecatan Bulgakov dan pengangkatan Mizintsev. Dijuluki 'Penjagal Mariupol' oleh banyak warga Ukraina, Mizintsev juga memimpin pasukan Rusia di Suriah. Ia pun dituduh mendalangi operasi pengeboman brutal yang meratakan Kota Aleppo.

Menurut Kementerian Luar Negeri Inggris, ia telah menggunakan taktik 'tercela' dan melakukan 'kekejaman' dalam konflik Ukraina dan Suriah. Komentar ini dilontarkan saat Inggris mengumumkan dijatuhkannya sanksi pada pria 60 tahun itu pada Maret.

Pergantian personel Putin terjadi di tengah laporan bahwa Pemimpin Rusia telah turun tangan langsung dalam upaya perangnya. Ia juga mulai memerintah sendiri para jenderalnya di Ukraina.

Menurut otoritas Amerika Serikat (AS), struktur komando yang semakin tak berfungsi di Rusia telah memaksa Putin untuk berperan lebih aktif dalam perang. Bulan lalu, pejabat pertahanan Inggris menduga Putin telah mengabaikan menteri pertahanannya, Sergei Shoigu, setelah pejabat senior pertahanan mulai mengejek kepemimpinan jenderal yang tak efektif dan jauh dari jangkauan.

Sementara itu, dilaporkan oleh New York Times, Putin telah menolak izin komandannya untuk mundur dari kota selatan Kherson, tempat pasukan Ukraina perlahan-lahan maju. Mengutip sumber intelijen AS, dikatakan bahwa penolakannya untuk penarikan mundur telah menyebabkan penurunan semangat di kalangan pasukan Rusia di kota itu. Sebagian besar dari mereka terputus dari jalur pasokannya dan bergantung pada serangkaian jembatan ponton untuk pemenuhan kembali.[]