News

Pusat Penahanan Migran di Yaman Terbakar, 8 Orang Tewas

Sedikitnya 8 orang tewas dan 170 lainnya luka-luka akibat insiden kebakaran di pusat penahanan migran, Sana'a, Yaman, pada Minggu (7/3)


Pusat Penahanan Migran di Yaman Terbakar, 8 Orang Tewas
Pusat Penahanan Migran di Sanaa, Yaman, terbakar pada Minggu (7/3) (Associated Press)

AKURAT.CO, Sedikitnya 8 orang tewas dan 170 lainnya luka-luka akibat insiden kebakaran di pusat penahanan migran, Sana'a, Yaman, pada Minggu (7/3). Masih belum jelas penyebab kebakaran di pusat yang dijalankan oleh pemberontak Houthi.

"Kami sangat berduka dengan kematian para migran dan penjaga akibat kebakaran di fasilitas penampungan di Sana'a, Yaman , hari ini. Meski yang dipastikan tewas ada 8 orang, jumlah korban tewas dilaporkan jauh lebih tinggi ," tulis Direktur Badan Migrasi PBB (IOM) Carmela Godeau melalui Twitter, dilansir dari Deutsche Welle.

Menurut keterangan seorang pejabat PBB kepada Associated Press, api muncul di gudang dekat lokasi di mana lebih dari 700 migran ditahan. Mayoritas dari mereka telah ditahan di provinsi Saada saat berusaha melintasi perbatasan di Arab Saudi.

Puluhan ribu migran terus melakukan perjalanan melintasi perairan Tanduk Afrika untuk mencari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, pekerja konstruksi, dan pelayan di negara-negara teluk yang kaya. Sementara itu, Yaman terus dilanda konflik.

"Kebakaran pada hari Minggu hanyalah salah satu dari banyak bahaya yang dihadapi para migran selama 6 tahun terakhir krisis di Yaman. Semua orang, termasuk migran, harus diberikan perlindungan dan keselamatan," sambung Godeau.

Sekitar 138 ribu orang melakukan perjalanan ke Yaman pada 2019. Jumlah ini turun menjadi 37 ribu pada 2020 akibat pandemi virus corona.

Para migran rentan terhadap geng-geng perdagangan manusia. Banyak di antaranya diyakini bekerja sama dengan kelompok-kelompok bersenjata yang terlibat dalam konflik regional.

Sebelumnya pada bulan Maret, setidaknya 20 migran tewas setelah penyelundup melemparkan 80 orang ke laut saat melakukan perjalanan dari Djibouti di Afrika Timur menuju Yaman.

Yaman sendiri telah mengalami konflik yang menghancurkan antara pemberontak Houthi yang didukung Iran dan pemerintah yang didukung Iran dan pemerintah yang didukung Arab Saudi sejak akhir 2014.[]