Lifestyle

Pusat Oleh-Oleh Pempek di Palembang? Di Sini Tempatnya


Pusat Oleh-Oleh Pempek di Palembang? Di Sini Tempatnya
Pasar 26, Sentral Kampung Pempek di kota Palembang (AKURAT.CO/ Anang Fajar Irawan)

AKURAT.CO, Berkunjung ke kota Palembang, tak lengkap rasanya tanpa membawa buah tangan khas makanan yang menjadi julukan kota ini. Apa lagi kalau bukan pempek, kuliner kebanggaan Wong Kito Galo.

Untuk mendapatkan olahan dengan bahan baku ikan ini, tempat yang sangat direkomendasikan adalah Pasar 26 atau yang dikenal dengan nama "Sentral Kampung Pempek". Letaknya di Jalan Mujahidin Ilir, tak jauh dari kantor Walikota Palembang.

Pusat Oleh-Oleh Pempek di Palembang Di Sini Tempatnya - Foto 1
Pasar 26, Sentral Kampung Pempek di kota Pelambang. AKURAT.CO/ Anang Fajar Irawan

Begitu memasuki Pasar 26, sejauh mata memandang di kiri dan kanan akan terlihat deretan kios-kios yang menjajakan pempek berbagai jenis.

Tim AKURAT.CO menyambangi kios "Pempek Nyayu". Untuk harga jual satuan, pempek dijual di kisaran Rp1.000-Rp2.000.

Untuk menjadikan pempek sebagai oleh-oleh, Anda juga tidak perlu pusing-pusing dengan pertanyaan "beli berapa banyak ya?". Sebab, hampir setiap kios sudah membuatkan paket sesuai kebutuhan.

Pusat Oleh-Oleh Pempek di Palembang Di Sini Tempatnya - Foto 1
Pasar 26, Sentral Kampung Pempek di kota Palembang, Sumatera Selatan. AKURAT.CO/ Anang Fajar Irawan

Anda juga bisa membeli paketan. Paket termurah di tempat ini dibanderol Rp50 ribu yang berisi 2 kg, dibagi menjadi paket A dan B.

Paket A berisi pempek campur sebanyak 45 buah, sedangkan paket B berisi 29 buah pempek campur 29 buah dan pempek kapal selam sebagai "jagoannya" sebanyak dua buah.

Untuk paket termahal, dihargai Rp200 ribu dengan bobot 8 kg. Paket ini dibagi menjadi paket A, B dan C.

Paket A berisi pempek campur sebanyak 195 buah, paket B berisi 139 pempek campur dan tujuh buah pempek kapal selam. Sedangkan paket C berisi pempek campur sebanyak 107 buah, pempek kapal selam tujuh buah dan pempek lenjer empat buah.

Soal kualitas, tidak perlu diragukan. Sebab, para pemilik toko memproduksi tanpa bahan pengawat dan menggunakan ikan segar yang diperoleh dari pasar ikan, yang tepat berbatasan dengan kampung pempek.

"Ini buat sendiri, tanpa bahan pengawat. Makanya paling lama tahan sampai tiga hari," kata pemilik kios yang kami kunjungi sambil melayani pembeli.

Pusat Oleh-Oleh Pempek di Palembang Di Sini Tempatnya - Foto 3
Berbagai macam olahan pempek lengkap tersedia di Pasar 26, Palembang. AKURAT.CO/ Anang Fajar Irawan

Asal-usul nama Pempek berdasarkan cerita rakyat. Sekitar tahun 1617, seorang Apek -sebutan untuk orang keturunan China di Palembang- berusia 65 tahun yang tinggal di tepi Sungai Musi, merasa prihatin melihat hasil tangkapan warga yang berlimpah dan belum dapat diolah dengan baik.

Karena hanya manfaatkan sebagai lauk pauk saja, ia mencoba alternatif lain dengan menggiling ikan belida dan tenggiri. Lalu mencampurnya dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru.

Makanan baru tersebut dijual keliling kota oleh para Apek dengan bersepeda. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "Pek... apek", maka makanan tersebut dikenal dengan sebutan Empek-empek atau Pempek.