News

Pupus Sudah Harapan Denny Indrayana Jadi Gubernur Kalimantan Selatan

Gugatan ditolak Mahkamah Konstitusi


Pupus Sudah Harapan Denny Indrayana Jadi Gubernur Kalimantan Selatan
Denny Indrayana (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan atas gugatan sengketa hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Jumat (30/7/2021).

Gugatan sebelumnya dilayangkan pasangan calon Denny Indrayana-Difriadi Darjat pasca pemungutan suara ulang (PSU) di lebih 700 tempat pemungutan suara (PSU).

"Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," ujar Hakim Konstitusi Anwar Usman saat membacakan amar putusan di Gedung MK Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Selain tidak menerima permohonan atau gugatan sengketa yang diajukan kubu pasangan calon nomor urut 2 Denny Indrayana dan Difriadi Darjat, MK dalam amar putusannya menyatakan sah keputusan KPU Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 37/PL.02.6-Kpt/63/Prov/VI/2021 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pasca Putusan MK dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020 tanggal 17 Juni 2021.

MK dalam putusannya juga memerintahkan pihak termohon, yakni KPU Provinsi Kalsel untuk segera menetapkan pasangan calon terpilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalsel tahun 2020.

Hasil putusan MK itu diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh delapan Hakim Konstitusi, yaitu Anwar Usman, selaku Ketua merangkap anggota, Aswanto, Arief hidayat, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic P. Foekh, Manahan MP Sitompul, Saldi Isra, dan Suhartoyo, masing-masing sebagai Anggota pada Senin, 26 Juli 2021.

"Diucapkan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada Jumat 31 Juli 2021 selesai diucapkan pada pukul 16.02 WIB oleh delapan hakim konstitusi di atas," ujar Anwar Usman.

Putusan MK yang dibacakan dalam sidang secara virtual ini merupakan gugatan kedua yang dilayangkan pasangan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayan. 

Sebelumnya, Denny bersama pasangannya, Difri, menggugat hasil Pilgub Kalsel ke MK dengan meminta MK mendiskualifikasi petahana karena melakukan sejumlah kecurangan, seperti politik uang. Gugatan dilayangkan usai KPU Kalsel menetapkan pasangan calon petahana, Sahburun-Muhidin, sebagai pemenang Pilgub Kalsel.

Atas gugatan itu, MK memutuskan dilakukan PSU. PSU dilaksanakan pada satu kota dan dua kabupaten di Kalsel, yaitu di 301 TPS di Kecamatan Banjarmasin Selatan, 502 TPS di lima kecamatan di Kabupaten Banjar, kemudian 24 TPS di Kecamatan Binuang.

Setelah PSU, perolehan suara dua pasangan calon tidak berubah. KPU Kalsel menetapkan Sahbirin-Muhidin sebagai pemenang dengan memperoleh 51,2 persen atau 869.621 suara, sementara Denny-Difriadi memperoleh 48,8 persen atau 828.591 suara.

Nah, penetapan Sahbirin-Muhidin sebagai pemenang Pilkada Kalsel melalui Keputusan KPU Kalsel Nomor 37/PL.02.6-Kpt/63/Prov/VI/2021 itu lantas digugat kembali ke MK oleh Denny Indrayana.[]