News

Puluhan Warga Satu Kampung di Yogyakarta Positif COVID-19, Sempat Buka Bersama

Banyaknya aktivitas masyarakat yang tidak disertai penerapan protokol kesehatan diduga jadi pemicunya


Puluhan Warga Satu Kampung di Yogyakarta Positif COVID-19, Sempat Buka Bersama
Ilustrasi tes swab (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Puluhan warga di RT 56 di RW 12 Kelurahan Wirobrajan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta dinyatakan positif COVID-19. Banyaknya aktivitas masyarakat yang tidak disertai penerapan protokol kesehatan diduga jadi pemicunya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan, per Senin (10/5/2021) siang tercatat ada sepuluh orang yang dinyatakan positif COVID-19 lewat tes polymerase chain reaction (PCR).

"Sembilan di antaranya ada di rumah sakit dan ada satu yang isolasi mandiri. Ini adalah hasil dari sebelas tes PCR," kata Heroe dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Selain itu, masih ada 20 orang lagi yang dinyatakan positif tes antigen. Namun, mereka masih harus menjalani tes PCR untuk memastikan keterpaparannya.

"Dari semua kasus tersebut, sampai saat ini ada empat rumah yang positif PCR, dan sebelas rumah positif antigen," imbuh Heroe.

Dari deretan kasus ini, Heroe melanjutkan, pihaknya belum bisa memastikan asal atau sumber penularannya. Dikarenakan, ada sejumlah aktivitas sosial yang diduga jadi pemicu penyebaran COVID-19 di kawasan ini.

Semua intinya karena lemahnya penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat di wilayah itu.

"Sempat ada acara buka bersama keluarga besar. Ada juga persoalan kepadatan rumah pemukiman kawasan tersebut. Bahkan ada yang sempat pijet, atau kerokan satu sama lain karena mereka keluarga besar atau trah," urai Heroe.

Semua dugaan ini baru bisa terkuak melalui tracing kontak selepas munculnya kasus pertama pada 13 April 2021. Pasiennya adalah seorang lansia berjenis kelamin perempuan yang mengalami gejala mirip terpapar COVID-19.

"Ibu ini memang sakit-sakitan, ada komorbid. Terus beberapa hari kemudian dibawa ke rumah sakit, dinyatakan Covid dan 28 April meninggal," urai Heroe.

Keluarga ini dari pasien meninggal ternyata juga positif COVID-19. Mereka adalah anak dan suami almarhum.

Tracing mengarah ke tetangga dan didapati ada pasien terkonfirmasi. Namun, belum bisa dipastikan apakah sumbernya sama.

"Tetangganya yang juga saudara dari ibu meninggal itu, juga ada keluarga yang terinfeksi COVID-19. Kebetulan anaknya perawat dari rumah sakit di luar kota dan akhirnya beberapa anggota lainnya juga positif," terang Heroe.

Menemukan kasus pertama dalam perkara ini bagi Heroe bukan persoalan sepele. Karena selalu ditemukan peluang untuk sumber penularan berbeda dalam tiap kasus setelah pasien pertama.

"Begitu juga beberapa anggota keluarga depan rumah ibu yang meninggal, juga kedapatan COVID-19. Bahkan oleh keluarga besar, rumahnya sempat digunakan buka bersama oleh kelurga besarnya," katanya menambahkan.

Heroe melanjutkan, wilayah RT 56 di RW 12 Wirobrajan ini merupakan kawasan padat penduduk. Penghuninya mayoritas memang satu keluarga besar. Itu mengapa mobilitas dan aktivitas sosial bisa sangat tinggi di sini.

"Itu kawasan padat penduduk dan penghuninya sebagian besar adalah keluarga besar atau Trah. Jarak antar rumah juga sangat dekat. Jadi bisa dibayangkan bahwa kawasan tersebut tentu sangat rawan terjadi sebaran kasus COVID-19," papar Heroe.

Puskesmas setempat saat ini baru berupaya agar seluruh warga di wilayah tersebut berkenan mengikuti proses tracing. Sejauh ini sudah ada 39 orang lagi yang menjalani tes antigen.

Heroe menambahkan, di kampung tersebut saat ini diberlakukan karantina wilayah atau lockdown. Guna membatasi mobilitas warga, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas Ramadan. []