News

Puluhan Santri dari Dua Ponpes Di Kulon Progo Positif Corona

Puluhan santri dan pengasuh dua pondok pesantren di Kulon Progo dinyatakan positif terpapar virus Corona


Puluhan Santri dari Dua Ponpes Di Kulon Progo Positif Corona
Tes PCR mendeteksi materi genetik dalam virus, sedangkan tes antigen mendeteksi protein pada permukaan virus (Financial Express)

AKURAT.CO, Kasus penyebaran COVID-19 di lingkungan pondok pesantren (ponpes) kembali terjadi di DIY. Kali ini puluhan santri dan pengasuh dua ponpes di Kulon Progo dinyatakan positif terpapar virus Corona.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati, kasus penyebaran virus terjadi di Pondok Pesantren Darul Karim di Bumirejo, Lendah dan Pondok Pesantren Nurul Quran di Hargorejo, Kokap. Total ada 44 kasus dari kedua ponpes ini.

"Penambahan kasus yang cukup banyak dari Pondok Pesantren Daarul Karim," kata Baning dalam keterangan resminya, Senin (19/4/2021).

Dikatakan Baning, sejauh ini ditemukan total 33 kasus COVID-19 di Ponpes Daarul Karim. Pasiennya, tak lain adalah para santri serta pengasuh yang kini tengah menjalani masa isolasi, sementara ponpes ditutup atau tak bisa diakses secara bebas.

"Kasus ini berawal sejak bulan April. Salah satu anggota atau anak asuh mengalami sakit dan gejala anosmia. Setelah dites ternyata dia sudah positif COVID-19 melalui tes antigen," beber Baning.

Penelusuran lantas mendapati 40 orang lebih memiliki riwayat kontak dengan santri bersangkutan. Mereka lantas diminta menjalani tes antigen dan sebagian PCR.

"Ada 16 orang sudah kami lakukan pemeriksaan dengan tes PCR, 17 lainnya melalui antigen. Hasilnya semuanya positif. Totalnya ada 33 orang," urai Baning.

Setelah ditelusuri lebih jauh, diperoleh dugaan dari mana virus itu masuk ke lingkungan ponpes. Disinyalir, berasal dari agenda kunjungan orang tua ke asrama para santri pada minggu ketiga dan keempat bulan Maret lalu. 

"Karena ternyata salah satu keluarga yang mengunjungi anak tersebut semuanya terkonfirmasi positif Covid-19," imbuhnya.

Sedangkan untuk kasus penyebaran COVID-19 di Ponpes Nurul Quran awalnya terungkap saat sejumlah anak asuh di sana dilaporkan sakit beberapa hari lalu. Sebagian dari mereka bahkan mengalami hilang indera penciuman atau anosmia.

Petugas dari Puskesmas Kokap I pada 15 April 2021 lalu kemudian datang dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka dengan swab antigen dan tes PCR.  Alhasil, tiga orang dinyatakan positif lewat tes PCR. Kemudian delapan lainnya positif antigen.

"Hari ini dan besok kami fokus melakukan tracing di Nurul Quran," tegas Baning.

Dengan masih tingginya kasus penyebaran COVID-19 di lingkungan masyarakat, Baning meminta agar warga tak kendor melaksanakan protokol kesehatan di tiap aktivitas. Mengingat adanya potensi penularan dari orang yang tak bergejala pula.

"Kami imbau warga untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Aktivitas sehari-hari selalu memakai masker," tandas Baning.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu