Tech

Puluhan KRI TNI AL Uji Kemampuan Teknologi dalam Latopsfib di Perairan Laut Jawa

Personel TNI AL dituntut untuk memiliki kemampuan dalam bidang teknologi.


Puluhan KRI TNI AL Uji Kemampuan Teknologi dalam Latopsfib di Perairan Laut Jawa
Uji kemampuan teknologi dalam latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) Tahun 2021. (Infopublik.id)

AKURAT.CO Puluhan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik Tetara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melakukan uji kemampuan teknologi dalam latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) Tahun 2021 di perairan Laut Jawa. Latihan tersebut memasuki tahap gerakan menuju sasaran satu (GMS I) yang dilepas dan disaksilan langsung Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono. 

Laksamana TNI Yudo Margono melalui laman resmi InfoPublik.id menjelaskan, dalam skenario latihan Latopsfib TNI AL di Dabo Singkep tahun ini menceritakan bahwa menuju daerah pendaratan harus melewati rintangan dari serangan musuh di tengah laut berupa serangan dari bawah air, permukaan dan udara.

Dalam GMS I ini sejumlah KRI melaksanakan beberapa kegiatan. Antara lain, anti submarines warfare exercise, air deffense excersice dengan sasaran simulasi formasi pesud TNI AL Bonanza, anti air rapid open fire exercise dengan simulasi serangan udara musuh, dan anti surface warfare exercise.

Selain itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono juga menjelaskan bahwa TNI AL yang menganut  Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Di mana hal tersebut berkaitan dengan teknologi (Heavy of Technology). Baik teknologi kapal perang, pesawat udara, maupun kendaran tempur Marinir. Dengan begitu mengharuskan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AL pun harus mumpuni. Setiap Alutsista atau persenjataan harus selalu diupgrade sesuai dengan teknologi terkini.

Masih menurut Laksamana TNI Yudo Margono, untuk menciptakan kemampuan  TNI AL yang tangguh, profesional dan modern, peran SDM merupakan kunci  utama. Mengingat filosofi TNI AL bukan   manusia yg dipersenjatai, tetapi  senjata yg diawaki. Oleh karena itu, manusianya (SDM) harus adjustable cepat menyesuaikan dengan persenjataan yang sarat teknologi.

Tak hanya itu, Personel TNI AL juga dituntut memiliki kemampuan dalam bidang teknologi sebagai pengawak Alutsista berteknologi sesuai bidangnya masing-masing. 

Adanya serial latihan ini, diharapkan para prajurit TNI AL dapat menunjukkan profesionalisme dalam mengoperasikan Alutsista. Dengan begitu prajutit TNI AL mampu sebagai pengawak kekuatan teknologi. Kemampuan ini juga sekaligus menunjukan kekuatan TNI AL. 

Kegiatan uji kemampuan teknologi ini disaksikan juga para Pejabat Utama Mabesal dan Para Pangkotama TNI AL serta rencananya para anggota DPR RI dari Komisi I akan on board di Kapal Markas KRI Makassar-590.