Rahmah

Puasa Tasu’a dan Ayura: Keutamaan dan Niatnya

Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram

Puasa Tasu’a dan Ayura: Keutamaan dan Niatnya
Ilustrasi berpuasa (pinterest.com)

AKURAT.CO Muharram merupakan bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ada banyak anjuran amal ibadah di dalamnya. Salah satunya adalah melaksakan puasa sunnah Tasu’a dan Asyura.

Pada Muharram tahun 1444 H ini, umat Islam di Indonesia bisa melaksanakan puasa Tasu’a (9 Muharram) pada Ahad (7/8/2022) dan puasa Asyura (10 Muharram) pada Senin (8/8/2022).  

Dilansir NU Onnline, keutamaan puasa tasu'a dan asyura Sesuai hadis yang riwayat Imam Muslim, Puasa Muharram merupakan puasa sunnah mulia setelah Puasa Ramadhan.

baca juga:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Selain dalil di atas, ada juga dalil spesifik yang menyatakan anjuran untuk melakukan Puasa Tasu’a dan Asyura.

Pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah berpesan agar umat Islam berpuasa sehari sebelum dan sesudah Puasa Asyura.

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Sementara dalil untuk melaksanakan Puasa Asyura adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim)

Sumber: NU Online