News

Puan Tekankan RI Harus Bebas Stunting Demi Cetak Generasi Emas 

Ketua DPR RI, Puan Maharani menekankan pentingnya Indonesia untuk keluar dari masalah stunting.


Puan Tekankan RI Harus Bebas Stunting Demi Cetak Generasi Emas 
Ketua DPR RI Puan Maharani pada Pidato Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-76 DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (31/8/2021). (Youtube DPR RI)

AKURAT.CO, Ketua DPR RI, Puan Maharani menekankan pentingnya Indonesia untuk keluar dari masalah stunting. Hal ini penting agar Indonesia bisa mencetak generasi emas di tahun 2045 nanti. 

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam launching percepatan pelaksanaan Program Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Kamis (27/1/2022). Dia hadir secara virtual. 

“Stunting adalah salah satu tantangan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan sumber daya manusia Indonesia,” kata Puan. 

baca juga:

Dalam kegiatan bertema ‘KKB Gotong Royong Bebas Stunting Untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia’ ini, Puan menyebut kesehatan menjadi kunci agar anak-anak Indonesia bisa menjadi hebat. 

“Ketika SDM Indonesia sehat maka mereka bisa belajar, bisa bekerja, bisa berusaha. Ketika SDM kita sehat, maka kita dapat mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045 mewujudkan era baru kejayaan Indonesia,” sebutnya. 

Puan mengatakan, Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 adalah generasi yang diharapkan memiliki karakter bangsa, pengetahuan, keahlian, kemampuan, dan keinginan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa. 

Generasi emas juga diharapkan mampu memajukan Indonesia agar menjadi salah satu negara pemimpin dunia di saat umur Indonesia sudah mencapai 100 tahun pada tahun 2045. “Tentunya untuk mewujudkan generasi emas tersebut, maka perjalanannya harus kita mulai bersama dari sekarang, termasuk membebaskan Indonesia dari stunting,” katanya. 

Ketua DPP PDIP tersebut mengingatkan, sudah menjadi tugas bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia menjadi SDM yang sehat. Hal tersebut, kata Puan, harus dilakukan sejak anak berada dalam kandungan, balita, sampai akhirnya mereka dewasa. “Pembangunan kesehatan masyarakat dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu mulai dalam kandungan hingga usia balita 2 tahun. Pada usia ini, asupan gizi yang baik akan memberikan peluang untuk berkembangnya potensi diri yang optimal,” terangnya. 

“Sebaliknya, gagal gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan akan mengakibatkan gagal kembangnya potensi diri, baik secara fisik dan tingkat kecerdasan. Biasanya ditandai dengan stunting/kerdil,” imbuh Puan. 

Oleh karenanya, pembangunan kesehatan masyarakat dinilai harus dimulai dari pemenuhan gizi Ibu hamil dan anak. Puan menyebut, pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga mutlak dilakukan, sekaligus harus dibarengi dengan pola hidup bersih dan sehat.[]