Ekonomi

Puan Optimistis Perhelatan P20 Berdampak Positif untuk Pariwisata Indonesia

Puan Optimistis Perhelatan P20 Berdampak Positif untuk Pariwisata Indonesia
Ketua DPR RI, Puan Maharani (Instagram/puanmaharaniri)

AKURAT.CO DPR RI siap menggelar perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20), pekan depan. Ketua DPR RI Puan Maharani meyakini forum internasional bergengsi itu akan berdampak positif terhadap pariwisata Indonesia.

Puan yakin kehadiran pimpinan parlemen dan para kepala negara G20 beserta delegasi-delegasi mereka serta tamu undangan dunia lainnya akan meningkatkan penerimaan negara di sektor pariwisata.

“DPR RI optimistis penyelenggaraan P20 akan berdampak positif pada kunjungan wisata di sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Puan, melalui lansiran web resmi DPR RI, Jumat (30/9/2022).

baca juga:

Seperti yang diketahui, P20 akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 5-7 Oktober 2022. P20 merupakan forum parlemen negara-negara G20 yang diselenggarakan dalam satu rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Apalagi, menurut Puan, dunia internasional sudah mengenal Indonesia sebagai negara yang memiliki keindahan alam.

“Saya yakin delegasi dan tamu-tamu P20 maupun KTT G20 tidak ingin kehilangan momen mendatangi berbagai destinasi wisata kita ketika datang ke Indonesia,” ucap politisi PDI-Perjuangan itu.

Selain memegang kursi presidensi G20 untuk pertama kalinya, Indonesia juga menjadi tuan rumah bagi forum multilateral tersebut. Gelaran G20, termasuk penyelenggaraan P20, secara keseluruhan diprediksi berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta–3,6 juta orang.

“Penyelenggaraan P20 dan KTT G20 tentu berdampak langsung kepada rakyat Indonesia dengan adanya kunjungan dari utusan negara-negara sahabat yang datang ke Indonesia,” ungkap Puan.

Perhelatan P20 dan G20 diketahui juga mampu menopang 600 ribu–700 ribu lapangan kerja baru, termasuk di sektor kuliner, fashion, dan kriya. Rangkaian kedua event dunia ini pun melibatkan UMKM yang menyerap sekitar 33.000 pekerja.

Sumber: DPR RI