News

Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Bicara Perdamaian Rusia-Ukraina hingga IKN

Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Bicara Perdamaian Rusia-Ukraina hingga IKN
Ketua DPR Puan Maharani memberikan pidatonya saat rapat paripurna Masa Persidangan I Tahun 2022-2023 di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD,Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2022). Rapat paripurna ini mendengarkan pidato Ketua DPR dan Penyampaian Laporan Kinerja DPR Tahun 2021-2022 dan juga Pembicaraan Rancangan Undang-undang tentang APBN 2021. AKURAT.CO/Sopian (Sopian)

AKURAT.CO, Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Chairwoman of the Federation Council of the Russian Federation, Valentina Matviyenko. 

Pertemuan antara Puan dengan Valentina Matviyenko dilakukan di sela-sela perhelatan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/10/2022). 

Salah satu agenda yang dibahas adalah terkait konflik antara Rusia dan Ukraina.

baca juga:

“Indonesia mendorong agar perang segera dihentikan, dan agar dialog dan diplomasi dikedepankan,” kata Puan dalam keterangannya, pada Kamis (6/10/2022). 

Dalam berbagai pertemuan dengan pimpinan parlemen lain, Puan mendorong agar dunia internasional tetap mendukung jalur dialog dan diplomasi sebagai salah satu upaya menghentikan perang Ukraina dan Rusia. 

Ketua DPP PDIP itu juga menyampaikan posisi Indonesia terhadap konflik kedua negara eropa itu, di mana Indonesia menghormati tujuan dan prinsip piagam PBB serta hukum internasional.

Sama seperti yang disinggung saat bertemu pimpinan parlemen Ukraina kemarin, Puan menyebut konflik kedua negara itu telah membawa dampak yang berat bagi banyak negara-negara di dunia. 

“Indonesia berharap agar inisiatif untuk membuka alur pasokan pangan atau Black Sea Grain Initiative tetap dipertahankan, untuk kepentingan bersama seluruh pihak,” ucap Puan. 

Puan berharap pihak parlemen Rusia dan Ukraina dapat memainkan peran untuk membantu penyelesaian konflik. Ia juga menyinggung soal satuan tugas yang dibuat Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk menjadi jembatan perdamaian bagi Rusia dan Ukraina.

“Indonesia, sebagai bagian dari anggota Task Force IPU telah melakukan kunjungan ke Parlemen Rusia dan juga Ukraina sebagai bagian dari upaya untuk mengupayakan perdamaian melalui peran diplomasi parlemen,” ucap Puan.

Mantan Menko PMK itu kemudian berbicara soal hangatnya hubungan Indonesia dan Rusia yang sudah terbangun selama 70 tahun. Puan menyinggung sejarah pemimpin kedua bangsa terdahulu, yakni Presiden Soekarno dan Perdana Menteri (PM) Nikita Kruschev yang memiliki hubungan hangat.

“Saya dengar Perdana Menteri Nikita Kruschev mengirimkan produk selai dan puding terbaik Rusia kepada Presiden Soekarno secara berkala. Perlakuan spesial Kruschev ini terus membekas dalam ingatan Bung Karno,” tutur putri Megawati Soekarnoputri itu. 

Hubungan baik kedua negara juga tercermin antara lain dari pertemuan bilateral pemimpin kedua negara, seperti saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow 30 Juni 2022. Pertemuan itu sebagai rangkaian misi perdamaian Indonesia setelah melakukan kunjungan ke Kyiv, Ukraina. 

“Saya sangat mengapresiasi hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Putin di Moskow, antara lain akan memberikan jaminan keamanan logistik pupuk dan pangan, khususnya gandum, dari Rusia dan Ukraina,” ungkap Puan.

“Saya berharap jaminan keamanan suplai pangan, khususnya gandum dari Rusia dan Ukraina dapat terus terjaga kelangsungannya,” sambung dia.

Saat berbincang dengan Valentina Matviyenko, Puan juga menyinggung tawaran Presiden Putin kepada Indonesia soal partisipasi Rusia dalam proyek transportasi kereta Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur melalui perusahaan Russian Railways. 

“Saya juga mengapresiasi minat Rusia untuk terlibat dalam pengembangan Ibu Kota Negara atau IKN,” ungkap Puan.

Puan melanjutkan, DPR berharap hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia yang sudah berjalan dengan baik dapat terus ditingkatkan. 

Terutama dengan memanfaatkan forum kerja sama bilateral yang telah terbentuk dan secara reguler dilakukan pertemuan, seperti Sidang Komisi Bersama Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, serta Konsultasi Bilateral Bidang Keamanan. 

 “Saya mendorong kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dengan Rusia. Bagi kami, Rusia merupakan alternatif negara untuk pengadaan atau modernisasi alutsista Indonesia,” imbuh cucu Soekarno tersebut.

“DPR RI dan Parlemen Rusia juga perlu memainkan peran diplomasi parlemen untuk ikut mengupayakan terwujudnya perdamaian dan keamanan internasional,” tutupnya. []