Ekonomi

PTPN V Kantongi Laba Rp405 Miliar Rekor Tertinggi 12 Tahun Terakhir

PTPN V raih laba Rp405 miliar sepanjang 2020. Capaian itu merupakan rekor tertinggi dalam 12 tahun terakhir


PTPN V Kantongi Laba Rp405 Miliar Rekor Tertinggi 12 Tahun Terakhir
Kendaraan melintas di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VI, Sariak, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

AKURAT.CO, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berhasil mencatat margin keuntungan 7,6 persen pada 2020 sehingga laba setelah pajaknya mencapai Rp405 miliar, sekaligus merupakan rekor tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

"Angka itu juga melonjak jauh dari raihan tahun sebelumnya sebesar Rp67,29 miliar. Kita bersyukur dari segi finansial laba setelah pajak tahun 2020 mencapai Rp405 miliar dan ini adalah rekor tertinggi sepanjang 12 tahun terakhir," ungkap Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) Jatmiko K Santosa dalam keterangannya di Pekanbaru, Minggu (31/1/2021).

Pencapaian keuangan tersebut tidak terlepas dari produktivitas perusahaan yang juga mencatatkan rekor tertinggi.

"Alhamdulillah produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit kita tertinggi sepanjang sejarah PTPN V berdiri mencapai 23,87 ton per hektare per tahun atau 0,46 persen di atas RKAP dan meningkat 0,81 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Jatmiko seperti dilansir dari Antara. 

Ia menuturkan, peningkatan produktivitas tersebut berbanding lurus dengan produksi TBS yang mencapai 1,59 juta ton di sepanjang 2020 atau meningkat dari 2019 sebesar 1,46 juta ton. Sedangkan untuk produk utama seperti CPO dan PKO, PTPN V telah memproduksi hingga 544.010 ton CPO dan 107.875 ton PKO (palm kernel oil/minyak inti sawit) dengan masing-masing rendemen mencapai 21,39 persen atau 4,24 persen.

Selain itu, lanjutnya, PTPN V juga berhasil membukukan pendapatan hingga Rp5,3 triliun sepanjang 2020 atau hampir 27 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,18 triliun meski saat itu sedang pandemi COVID-19.

"Sejak 2019 kita telah menancapkan pondasi kuat untuk merubah PTPN V ke arah yang lebih baik. Ketaatan pada aturan, validitas data, transformasi digital, dan kembali ke khittah kita sebagai perusahaan perkebunan negara yang hadir untuk sawit rakyat, membantu kita dapat mengarungi tahun 2020 dengan baik hingga mencatatkan hasil yang positif," paparnya.

Jatmiko menjelaskan bahwa pendapatan yang diraih pada 2020 itu juga melampaui target pemegang saham yang mematok pendapatan sebesar Rp4,6 triliun. Angka ini juga 14,37 persen melebihi ekspektasi shareholders.

Sekadar informasi, sebelumnya Perkebunan Nusantara V (PTPN V) menyatakan BUMN sektor perkebunan tersebut masih terus mempersiapkan rencana penawaran saham perdana atau IPO (initial public offering) untuk mendaftar ke bursa saham secara serius.[]

Sumber: ANTARA