Ekonomi

PLN Dapat Jaminan Pinjaman dari Pemerintah, Untuk Apa?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan perjanjian ini menjadi bukti bahwa PLN tidak berjuang sendirian untuk menghadapi perubahan iklim.


PLN Dapat Jaminan Pinjaman dari Pemerintah, Untuk Apa?
Ilustrasi PLN (magazine.job-like.com)

AKURAT.CO, PT PLN mendapatkan jaminan pinjaman dari pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan yang berkolaborasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Peminjaman tersebut digunakan untuk proyek penguatan kelistrikan di Jawa.

Direktur Jendral Pengelolaan Pembuayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman mengatakan penandatangan ini adalah wujud konkret menjawab tantangan perubahan iklim yang sudah menjadi isu utama dunia. Menurutnya dengan adanya penjaminan, maka transisi energi yang sedang dikerjakan oleh PLN dapat berjalan dengan lancar.

“Pinjaman ini yang sifatnya direct lending dengan jaminan pemerintah kita sandingkan dengan model Result Based Lending (RBL). Ini terobosan, karena skema ini akan jauh lebih efektif dan efisien,” kata Direktur Jendral Pengelolaan Pembuayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman, pada keterangan tertulis, Jumat (20/5/22).

baca juga:

Ia menjelaskan, perjanjian penjaminan ini merupakan komitmen pemerintah melalui kementerian keuangan dan PII, dalam upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk menekan biaya pinjaman BUMN dalam rangka menjaga kesinambungan korporasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, peran dari PII sebagai co-guarantor penjaminan pemerintah bermanfaat sebagai ring fencing APBN dan membantu pemerintah dalam rangka mengelola risiko keuangan negara.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan perjanjian ini menjadi bukti bahwa PLN tidak berjuang sendirian untuk menghadapi perubahan iklim.

“Adanya perjanjian penjainan dari pemerintah ini maka dana investasi yang tersedia berbunga rendah, berbiaya rendah, risiko bisa dikelola dengan baik. Artinya apa? Kita mampu mengubah tantangan menjadi suatu opportunity dengan berkolaborasi dalam semangat bersama,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, PLN memiliki proyeksi penjualan tenaga listik pada tahun 2030 berdasarkan RUPTL terbaru sebesar 265.051 (Gwh) dengan total 64.54 juta pelanggan hanya di Jawa, Madura dan Bali saja. Di mana terdapat estimasi penambahan pelanggan sebanyak 13,47 juta pelanggan baru pada tahun 2030.

“PLN menggandeng PII untuk memastikan pendanaan tepat sasaran dan mampu mempercepat akselerasi akses listrik yang andal dan bersih,” jelasnya.[]