Ekonomi

PT IWIP Berikan Pelatihan Kepada 17 Ribu Karyawan Selama 4 Tahun Demi Cetak Tenaga Terampil

PT IWIP Berikan Pelatihan Kepada 17 Ribu Karyawan Selama 4 Tahun Demi Cetak Tenaga Terampil
PT IWIP Berikan Pelatihan Kepada 17 Ribu Karyawan Selama 4 Tahun Demi Cetak Tenaga Terampil (PT IWIP)

AKURAT.CO Kawasan industri nikel terbesar di Indonesia, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen serta memberi perhatian terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan berbagai keahlian dan kemampuan bagi masyarakat Maluku Utara.

Terhitung sejak 2019 hingga 2022, total peserta yang mengikuti pelatihan ini mencapai 17.358 orang, dengan berbagai jenis keterampilan alat berat meliputi pelatihan excavator, wheel loader, dump Truck, dan welder. Saat ini, peserta yang sedang menjalani pelatihan berjumlah kurang lebih 800 orang.

Menurut Bilal Sau selaku Humas PT IWIP mengatakan, program pelatihan ini adalah upaya PT IWIP dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap dalam dunia industri. Sehingga dengan ini, lanjut Bilal, angkatan kerja di Maluku Utara bisa terserap secara optimal, dengan begitu maka angka pengangguran juga bisa diminimalisir. 

baca juga:

“Untuk pelatihan ini, kami memprioritaskan masyarakat Maluku Utara, namun tidak menutup kemungkinan dari luar juga bisa ikut bergabung. Selama pelatihan kami juga menyediakan akomodasi dan konsumsi untuk peserta pelatihan,” kata Bilal dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Bilal mengungkapkan, pada awal tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran di Halmahera Tengah yang mengalami penurunan. Ia menambahkan, menurut BPS, turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tidak terlepas dari kehadiran PT IWIP. 

Para peserta ini nantinya akan mengikuti pelatihan dalam rentang waktu tertentu, peserta bakal mengikuti ujian dan bila nantinya dinyatakan lulus, maka mereka bisa langsung menerima kontrak untuk menjadi karyawan PT IWIP.

Salah satu peserta pelatihan alat berat, Risal Abdullah mengatakan, telah mengikuti pelatihan excavator selama satu bulan dua hari.

Alih-alih melamar sebagai pekerja umum, Risal mengaku lebih berniat untuk mengikuti pelatihan. Meskipun ia tahu selama mengikuti pelatihan ia belum terikat kontrak sehingga belum memperoleh gaji.

“Tak masalah (belum dapat gaji), karena memang saya ingin belajar dulu. Nanti kalau sudah punya skill kan lebih bagus,” ujarnya.