News

PT Drymix Indonesia Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sejatinya, hubungan antara PT Drymix Indonesia dengan PT Neochem Indonesia berjalan baik


PT Drymix Indonesia Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Saddan Marulitua Sitorus selaku Kuasa Hukum korban PT Neocham Indonesia (kiri) (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Kuasa Hukum korban PT Neochem Indonesia (PT NI) Saddan Marulitua Sitorus melaporkan jajaran direksi PT Drymix Indonesia (PT DI) ke Polda Metro Jaya terkait dugaan wanprestasi.

Laporan ini ditengarai saat tahun 2019, dimana PT DI melakukan pemesanan semen dan aditif kepada PT NI. Kerjasama pemesanan tersebut terus berlanjut hingga bulan maret 2020, dengan ketentuan lain bahwa setiap barang yang dipesan akan dibayarkan berdasarkan tagihan Invoice. 

"Namun Kerjasama tersebut tidak berjalan baik dikarenakan pihak PT Drymix Indonesia tidak kooperatif untuk memenuhi segala kewajiban kepada PT NI," kata Saddan usai melapor di SPKT Polda Metro Jaya, Senin (26/10/2020).  

Sejatinya, hubungan Kerjasama antara PT DI dengan PT NI sudah terjalin lama dan sangat baik terhitung sejak tahun 2013.

Kata Saddan, seperti biasa dikarenakan sudah saling percaya, kedua pihak tidak menaruh rasa curiga bahwa PT DI tidak kooperatif melakukan pembayaran, meski barang milik PT NI sudah diambil. 

"Bahkan waktu yang diberikan oleh PT NI kepada PT DI juga cukup fair, ada 60 Hari masa jatuh tempo sejak invoice diberikan, namun sama saja PT DI tidak kooperatif dan bertanggungjawab atas kewajibannya," kata Saddan.

Dijelaskannya bahwa sejak terjadi penundaan pembayaran oleh PT DI terhadap Piutang PT NI, ada 2 surat yang telah diterima oleh PT NI, masing-masing surat tersebut (i) Surat No. 133/DI/FA/VII/2020 tertanggal 03 Agustus 2020 dan (ii) Surat tertanggal 138/DI/FA/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020, perihal tentang menawarkan upaya restrukturisasi skema pembayaran.

"Namun sampai hari ini penawaran tersebut belum dapat diterima, karena memberatkan PT NI, dan selanjutnya pihak PT Drymix Indonesia sampai hari ini tidak memperlihatkan itkad baik untuk melakukan pembayaran piutang PT Neochem Indonesia," ujar Saddan.

Menurutnya, tindakan PT DI tidak kooperatif dan bertanggungjawab sampai hari ini, termasuk saat PT NI melalui kuasa hukumnya telah melayangkan surat Somasi kepada PT DI, namun tetap saja buntu. 

Karena tidak ada kepastian kapan dilakukan pembayaran, maka PT NI pun menempuh jalur hukum pidana.

“Kami khawatir kalau ini berlanjut terus menerus akan berdampak buruk bagi keuangan Klien kami" kata dia.

Sesuai SOP yang ada, laporan tersebut akan ditelisik lebih dalam oleh pihak kepolisian untuk kemudian dipastikan, apakah layak ditingkatkan status penanganan perkaranya ke tahap penyelidikan atau tidak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PT DI atas laporan tersebut.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu